Tak Lagi Didominasi Lansia, Diabetes Kini Banyak Menyerang Warga Usia Produktif di Banten


SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat penderita diabetes melitus di wilayah tersebut kini didominasi kelompok usia produktif. Hingga 10 Juni, jumlah kasus diabetes tercatat mencapai 94.607 kasus.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti mengatakan, mayoritas kasus diabetes, khususnya diabetes tipe 2, terjadi pada kelompok usia produktif akibat perubahan pola hidup masyarakat.

“Yang harus menjadi perhatian adalah pola makan dan aktivitas fisik. Saat ini banyak anak dan remaja mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sementara aktivitas fisiknya semakin berkurang,” kata Ati di Serang, Antara, Kamis, 18 Juni.

Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu meningkatnya kasus diabetes tipe 2 antara lain kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula, obesitas, pola tidur yang tidak teratur, serta faktor genetika.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat menyebabkan resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh merespons insulin secara optimal sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Untuk menekan laju peningkatan kasus, Dinkes mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk membatasi konsumsi gula berlebih dan membiasakan aktivitas fisik secara rutin dalam keluarga.

“Jangan menunggu sakit dulu. Biasakan keluarga menerapkan pola hidup sehat, kurangi gula berlebih, rajin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes Provinsi Banten terus menggencarkan edukasi kesehatan serta program deteksi dini penyakit tidak menular di sekolah maupun masyarakat.

Ati menegaskan peran keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak.

“Anak akan lebih mudah menerapkan pola hidup sehat apabila seluruh anggota keluarga juga menjalankannya secara konsisten,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Banten hingga 10 Juni, sebanyak 69.809 kasus atau sekitar 73,8 persen dari total kasus diabetes terjadi pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun.

Sementara itu, kelompok usia lanjut di atas 60 tahun tercatat sebanyak 22.905 kasus.

Dinkes juga menemukan kasus diabetes pada kelompok usia anak. Tercatat sebanyak 1.651 kasus terjadi pada anak usia 6-14 tahun, 241 kasus pada usia 1-5 tahun, serta satu kasus pada bayi berusia di bawah satu tahun.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, yakni 25.155 kasus.

Posisi berikutnya ditempati Kota Tangerang Selatan dengan 20.787 kasus, Kabupaten Lebak 20.226 kasus, Kota Tangerang 19.450 kasus, Kota Cilegon 3.440 kasus, Kabupaten Pandeglang 2.550 kasus, Kabupaten Serang 1.694 kasus, dan Kota Serang 1.305 kasus.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *