Kompromi Trump dalam Kesepakatan Damai Kaburkan Tujuan Awal Perang Iran


JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen perjanjian damai untuk mengakhiri perang dengan Iran pada Rabu waktu setempat dalam makan malam dengan meja yang diterangi lilin di Paris.

Namun, kembalinya Trump ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis waktu setempat diperkirakan akan membangunkannya pada kenyataan, dengan potensi hujan kritik dari para penentang dan pendukung perang AS.

Ini karena tujuan AS perang dengan Iran dianggap tidak tercapai, dan puluhan miliar dolar dihamburkan. Media-media di AS pun mengecam konsesi Trump kepada Iran dalam perjanjian damai demi mengakhiri perang yang telah melanda Timur Tengah dan mengguncang ekonomi global tersebut.

“Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya sambil memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran,” kata jaringan stasiun televisi AS, MS NOW.

“Sekarang, pemerintah mati-matian mencoba membantah hal itu. Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang percaya pada manuver propagandanya,” sambung media tersebut.

Angkatan Laut AS di atas kapal dok transportasi amfibi USS New Orleans yang ditempatkan di garis depan operasi blokade terhadap kapal-kapal Iran. (X @CENTCOM)

Berdasarkan pernyataan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, AS juga berkomitmen untuk segera mencabut sanksi minyak yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

“Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut,” kata PM Pakistan yang menjadi mediator perjanjian damai AS-Iran dalam akun X-nya.

Iran Untung

Penandatanganan dokumen perjanjian damai ini merupakan rencana sementara, sebelum dimulainya negosiasi terperinci tentang isu yang lebih kompleks, yaitu kendali jangka panjang atas ambisi tenaga nuklir Iran, yang telah lama dicurigai AS memiliki program pembuatan bom rahasia.

Kesepakatan ini “secara luas dipandang sebagai taruhan kebijakan luar negeri terbesar pada masa jabatan kedua presiden,” menurut WSJ yang mencatat bahwa Trump “akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan bahwa presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang dia dapatkan.”

Fox News, stasiun televisi berita AS yang biasanya ramah terhadap Trump, mengutip para kritikus yang mengatakan bahwa perjanjian itu memberi Iran “keuntungan finansial yang sangat besar” tanpa mengharuskan pembongkaran program nuklirnya.

Setelah perjanjian damai AS-Iran, termasuk tercapainya negosiasi mengenai program nuklir Iran, AS akan memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi sebesar USD300 miliar yang didukung oleh negara-negara regional, menurut kesepakatan tersebut.

“Usulan perjanjian Iran oleh Presiden Donald Trump menuai kritik tajam dari beberapa pendukung terkuatnya, yang berpendapat bahwa kesepakatan itu memberi penghargaan kepada Teheran sebelum mereka setuju untuk sepenuhnya membongkar program nuklirnya,” kata Fox.

Fox kemudian mengutip penyiar Inggris Piers Morgan yang mengatakan penandatangan dokumen perjanjian damai AS-Iran oleh Trump “sangat jauh dari ‘penyerahan tanpa syarat’ dibandingkan kesepakatan mana pun dalam sejarah Planet Bumi.”

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *