JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Rabu memperingatkan, meningkatnya ketegangan berisiko menyebabkan “kembalinya konflik sepenuhnya” di seluruh Timur Tengah, mendesak Dewan Keamanan untuk mendukung pengakhiran pendudukan Israel dan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi.
“Timur Tengah terseret lebih dalam ke dalam krisis, dan konsekuensinya meluas jauh melampaui wilayah tersebut,” kata Sekjen Guterres dalam debat terbuka tingkat tinggi Dewan Keamanan tentang memajukan solusi politik di Timur Tengah, melansir Anadolu (10/6).
“Minggu ini telah membawa serangan yang lebih luas dan memburuknya situasi lebih lanjut. Saya sangat prihatin hal itu dapat memicu kembalinya konflik sepenuhnya,” jelasnya.
“Konflik Israel-Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade tanpa penyelesaian. Sudah saatnya untuk serius memikirkan satu-satunya jalan yang kredibel: Pengakhiran pendudukan dan solusi dua negara,” urai Sekjen Guterres.
“Penundaan dan penolakan hanya akan melanggengkan ketidakadilan, memicu ekstremisme di wilayah tersebut dan lebih jauh lagi,” tandasnya.
Di Jalur Gaza, Sekjen Guterres mengatakan situasi “memburuk dengan cepat,” memperingatkan bahwa Israel menyatakan niatnya untuk merebut 70 persen wilayah tersebut.
Ia pun mendesak implementasi penuh rencana yang difasilitasi oleh AS, Qatar, Mesir, dan Turki, menekankan bahwa “pemberian bantuan kemanusiaan tidak boleh digunakan sebagai alat tawar-menawar.”
Sementara mengenai Tepi Barat yang diduduki, Sekjen Guterres mengutip “laporan yang mengkhawatirkan” tentang kekerasan pendudukan Israel yang rata-rata enam serangan per hari, memperingatkan setiap upaya aneksasi “seperti pendudukan selama puluhan tahun, tidak akan memiliki validitas hukum.”
Ia mengatakan gencatan senjata di Teluk Persia “lebih seperti kebakaran kecil,” memperingatkan bahwa pembatasan navigasi di dekat Selat Hormuz menimbulkan kesulitan global.
Sekjen Guterres juga menyoroti risiko terhadap perdamaian Suriah yang rapuh, mencatat konsolidasi “membutuhkan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayahnya.”
“Saya mendesak Dewan ini untuk memberikan dukungan penuh terhadap solusi dua negara, kunci menuju perdamaian yang adil dan abadi di kawasan ini,” katanya.
