Malaysia Perkuat Kerja Sama Energi, Selat Malaka Ikut Jadi Sorotan


JAKARTA — Jepang dan Malaysia sepakat memperkuat kerja sama energi dan keamanan maritim di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan global akibat konflik Timur Tengah.

Seperti dilaporkan Kyodo News dikutip Rabu, 10 Juni, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mencapai kesepakatan itu dalam pertemuan di Tokyo, Rabu.

Bagi Jepang, Malaysia bukan mitra biasa. Negara itu memasok sekitar 15 persen kebutuhan gas alam cair atau LNG Jepang. Sebagian besar minyak mentah menuju Jepang juga melewati Selat Malaka, jalur dagang penting di antara Malaysia dan Indonesia.

Dalam pernyataan bersama, Anwar berkomitmen menjaga pasokan LNG dan produk energi lain ke Jepang, termasuk nafta. Nafta adalah produk turunan minyak bumi yang banyak dipakai sebagai bahan baku industri kimia.

Kedua pemimpin juga sepakat memperkuat kerja sama rantai pasok, yakni jaringan produksi dan distribusi barang dari bahan baku hingga sampai ke pasar. Fokusnya termasuk mineral kritis yang dibutuhkan untuk industri teknologi dan energi bersih.

Di bidang keamanan, Jepang dan Malaysia menandatangani dokumen kerja sama penjaga pantai. Tujuannya menjaga pelayaran yang aman dan bebas di perairan kawasan.

Takaichi mengatakan kerja sama itu penting untuk memperkuat ketahanan Jepang, Malaysia, dan kawasan.

“Saya yakin kesepakatan ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan Jepang, Malaysia, serta kawasan yang lebih luas,” kata Takaichi dikutip Kyodo News.

Isu keamanan laut menjadi sensitif karena kedua negara sama-sama mendorong visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya pengaruh China.

Di bidang pertahanan, Jepang memastikan kelanjutan bantuan keamanan resmi untuk Malaysia. Sejak 2023, Tokyo telah menyediakan peralatan seperti kapal penyelamat dan drone pengintai.

Anwar juga menyambut perubahan kebijakan pertahanan Jepang pada April yang membuka peluang ekspor peralatan dengan kemampuan mematikan ke negara mitra tertentu. Menurut dia, perubahan itu memperluas peluang kerja sama pertahanan kedua negara.

Selain energi dan maritim, Jepang dan Malaysia sepakat membentuk Platform AI Jepang-Malaysia. Platform ini ditujukan untuk mendukung perusahaan kecerdasan buatan dalam menjawab tantangan sosial.

Takaichi sebelumnya mendorong negara-negara Asia Tenggara bekerja sama dengan Jepang mengembangkan model AI yang sesuai dengan bahasa lokal dan kebutuhan ekonomi kawasan.

Pada hari yang sama, Takaichi juga bertemu Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone di Tokyo. Keduanya sepakat memperkuat kerja sama energi, sumber daya, dan ketahanan rantai pasok kawasan.

Pertemuan Takaichi dan Anwar berlangsung menjelang 70 tahun hubungan diplomatik Jepang-Malaysia pada tahun depan. Bagi Tokyo, hubungan dengan Asia Tenggara menjadi bagian penting dari strategi Indo-Pasifik Bebas dan Terbuka.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *