Menlu Sugiono Bahas Peningkatan Hubungan Ekonomi hingga Pelindungan WNI dengan Menlu Malaysia


JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam rangka memperluas kerja sama di berbagai sektor, sambil terus menyelesaikan permasalahan yang menjadi perhatian bersama, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Berbicara dalam keterangan pers bersama usai pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Menlu Sugiono mengatakan, hubungan kedua negara lebih dari sekadar hubungan bilateral.

“Lebih dari itu, Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan dan banyak hal,” kata Menlu Sugiono, Kamis (4/6).

Lebih lanjut Menlu Sugiono mengatakan, pertemuan yang digelar hari ini dinilai penting dan strategis guna membawa manfaat dari semua potensi yang dimiliki kedua negara untuk kemakmuran dan kesejahteraan penduduknya.

“Pertemuan tadi membahas banyak hal penting dalam rangka meningkatkan hubungan baik ekonomi, stabilitas kawasan, pelindungan warga negara, hingga hal lain ada kaitannya denan posisi strategis Indonesia-Malaysia dalam rangka hubungan internasional yang lebih luas,” urainya.

Selain memperkuat koordinasi guna meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, kedua menteri juga “mengapresiasi kerja keras dalam rangka menyelesaikan berbagai isu yang menjadi concern bersama, serta upaya kedua negara dalam rangka menjaga stabilitas kawasan dan menjaga turut serta dalma upaya-upaya perdamaian.

Sementara itu, Menlu Mohamad pada gilirannya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Menlu Sugiono yang telah menggelar JCBC ke-17, setelah kali terakhir gelaran serupa diadakan pada tahun 2018 lalu.

“Pembicaran tadi merupakan pembicaraan antar sahabat guna mencari titik temu untuk menyelesaikan simpul-simpul yang ada,” jelasnya.

Sebagai negara yang bertetangga dan serumpun, Menlu Mohamad menyebut wajar adanya simpul-simpul tersebut.

Ia pun memuji hubungan RI-Malaysia dengan mengatakan 98 persen. Sedangkan sisanya 2 persen disebut sebagai isu dan simpul-simpul yang “perlu kita leraikan dengan cara yang terbaik,” jelas Menlu Mohammad.

Dalam kesempatan ini Menlu Mohamad juga mengutarakan harapannya agar investasi dan perdagangan sesama negara ASEAN ditingkatkan.

“Kita berdagang banyak dengan negara di luar ASEAN. Perdagangan antar negara ASEAN tidak sampai 25 persen. Bagaimana cara kita untuk meningkatkan perdagangan dan investasi sesama negara ASEAN,” jelasnya.

Ia pun mengharapkan pertemuan hari ini dapat meningkatkan hubungan kedua negara, menjadi bekal untuk Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia, forum bilateral tertinggi kedua negara yang menghadirkan Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Malaysia, yang tahun ini akan digelar di Negeri Jiran.

Menlu Mohamad memperkirakan pertemuan PM Anwar Ibrahim dengan Presiden Prabowo Subianto akan digelar antara Oktober hingga akhir tahun ini.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *