Setahun Lebih Rusak Imbas Banjir, Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Hampir Rampung


JAKARTA – Setelah lebih dari satu tahun mengalami gangguan akibat kerusakan yang dipicu banjir, penanganan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, kini mendekati tahap penyelesaian.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, progres pembangunan kembali jembatan tersebut telah mencapai 92,91 persen per 28 Mei 2026.

Jika rampung sesuai target pada Agustus 2026, jembatan tersebut akan kembali menjadi akses penting yang menghubungkan kawasan Kemang Pratama, Galaxy, Jatiasih hingga jaringan jalan tol di Bekasi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.

“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni.

Jembatan Kemang Pratama sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian abutmen setelah tergerus aliran air saat hujan dengan intensitas melanda wilayah Bekasi pada Maret 2025.

Kerusakan tersebut menganggu arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya.

Warga yang biasa melintasi jalur tersebut untuk menuju kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi maupun akses jalan tol terpaksa menggunakan rute alternatif lebih jauh.

Menariknya, meski jembatan tersebut berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, penanganan pembangunannya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat.

Langkah itu diambil untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Selain menghubungkan kawasan permukiman padat, Jembatan Kemang Pratama juga memiliki peran strategis karena menjadi salah satu akses penghubung menuju Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting dalam mendukung mobilitas komuter sekaligus memperlancar distribusi barang dan aktivitas ekonomi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Secara konstruksi, jembatan baru itu dibangun menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter.

Sementara struktur bawah menggunakan pondasi borepile berdiameter 80 sentimenter dengan beton struktur FC’30 guna meningkatkan ketahanan konstruksi terhadap beban lalu lintas yang tinggi.

Total panjang penanganan pembangunan mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter.

Pekerjaan juga mencakup penanganan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian rigid pavement untuk oprit dan jalan pendekat serta finishing aspal pada bentang utama jembatan.

Pembangunan Jembatan Kemang Pratama dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025.

Berdasarkan data Kementerian PU, progres pekerjaan hingga 28 Mei 2026 mencapai 92,91 persen, lebih tinggi dibanding target rencana sebesar 85,96 persen.

Dengan demikian, proyek tersebut mencatat deviasi positif 6,95 persen atau lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.

Sementara itu, progres pekerjaan tahun anggaran 2026 telah mencapai 92,06 persen, melampaui target 84,06 persen dengan deviasi positif 7,97 persen.

Di tengah pelaksanaan konstruksi di kawasan perkotaan yang padat, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi, dinas perhubungan (Dishub), kepolisian serta masyarakat sekitar untuk memastikan pengaturan lalu lintas tetap berjalan lancar.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *