JAKARTA – Ruben Onsu akhirnya meledak. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, sang presenter mengaku kecewa karena haknya untuk bertemu anak-anak selama 2-3 hari dalam seminggu tidak dipenuhi. Ruben pun mengakui sengaja menyetop nafkah sejak Desember lalu sebagai bentuk aksi protes.
“Ruben berpikir, ‘Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui seharusnya, tapi hakku nggak dapat’. Dia ingin menunjukkan aksi protesnya. Baru 6 bulan (stop nafkah) sudah teriak, padahal Ruben bertahun-tahun menafkahi itu apa namanya?” ujar Minola Sebayang di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 31 Mei.
Minola membeberkan rincian biaya fantastis yang selama ini dikeluarkan Ruben, mulai dari asuransi mantan istri hingga biaya operasional rumah tangga yang tak lazim. Namun, pengorbanan itu dianggap sia-sia karena Ruben merasa dijadikan orang asing bagi darah dagingnya sendiri.
“Uang kantong plastik sampah saja 9 juta per bulan dibayar Ruben. Tapi apakah hak Ruben untuk berkumpul dengan anaknya dua sampai tiga hari dalam seminggu diberikan? Tidak. Ruben berjuang untuk anak, tapi jangan sampai anaknya jadi benci dan durhaka karena informasi yang salah,” cetus Minola.
Klaim pihak Sarwendah yang meminta Ruben langsung menghubungi anak untuk bertemu juga dikritik tajam oleh Minola. Ia menilai hal tersebut adalah upaya “cuci tangan” dan memperumit birokrasi komunikasi keluarga.
“Jawaban S selalu ‘langsung saja ke anaknya’. Artinya S cuci tangan. Ketika minta uang biaya pendidikan dia tidak menyuruh anaknya, dia yang minta. Tapi pas Ruben mau ketemu, dilempar ke anak. Padahal handphone anak tidak selalu aktif, kadang berhari-hari baru dibalas,” ungkap Minola.
Sementara itu, pihak Sarwendah melalui Chris Sam Siwu membantah keras tudingan tersebut. Ia menantang pihak Ruben untuk menunjukkan bukti satu kali saja pesan singkat yang berisi ajakan untuk menjemput anak namun ditolak.
“Ribut-ribut di media dibilang dipersulit, mana buktinya? Komunikasikan dong. Pernah nggak Ruben WA ke klien kami meminta anak? Klien kami tidak pernah menutup satu hari pun untuk bapaknya datang, tapi bapaknya pernah datang nggak untuk menjemput? Nggak pernah ada!” tantang Chris Sam Siwu.
Abraham Simon menambahkan, justru saat ini Sarwendah lah yang memikul seluruh beban finansial anak-anak sendirian sejak Ruben berhenti mengirimkan uang pada akhir tahun 2025.
“Faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 justru yang membiayai sekolah, les, hingga biaya dokter jika anak sakit. Di akta sudah diatur tanggung jawab RO, tapi pada pelaksanaannya yang melakukan adalah Sarwendah,” kata Abraham Simon.
Ruben Onsu yang turut mendengarkan jalannya konferensi pers dari kejauhan menyatakan alasannya melibatkan pengacara. Baginya, komunikasi langsung dengan sang mantan istri sudah tidak sehat dan selalu berujung pada rasa sakit hati.
“Saya sudah mencoba berkomunikasi lewat WhatsApp, tapi kenapa harus lewat pengacara? Karena komunikasi langsung ujung-ujungnya tidak baik, saling menyakitkan. Saya lakukan ini supaya tidak saling menyakitkan dan mengambil jalan tengahnya,” ucap Ruben Onsu lirih.
Untuk mengobati rasa rindunya kepada Talia dan Thania, Ruben mengaku sering mengunjungi panti asuhan. Hal itu dilakukannya agar suasana sedih tidak terbawa saat ia harus bekerja menghibur penonton di layar televisi.
“Saya biar tidak jadi melow, saya datang ke panti asuhan anak sebelum pergi live. Saya pengen ada suasana anak-anak agar saya lumayan tenang. Saya tidak mau suasana sedih saya bawa di acara live yang saya lakukan,” tutup Ruben Onsu.
