JAKARTA – Menjelang Iduladha 2026, Ruben Onsu menunjukkan keseriusannya dalam memilih hewan kurban. Berbeda dengan artis lain yang mungkin menyerahkan pada asisten, Ruben memilih untuk turun langsung memastikan fisik sapi yang akan dikurbankannya.
“Turun langsung. Pertama lewat video, foto, terus suka. Kita datang ngeliat fisiknya aslinya, terus lihat beberapa pilihan, gitu. Jadi, di situ aku tentuin pilihan, ‘Ini aja’,” ungkap Ruben Onsu di kawasan Bekasi, belum lama ini.
Menariknya, Ruben memiliki kriteria yang sangat spesifik dan sedikit unik dalam memilih sapi. Ia tidak hanya melihat berat atau besar badan hewan tersebut, melainkan perilakunya saat didekati olehnya secara personal.
“Saya pilih yang ketika saya dekati, ya dia nunduk, dia nurut. Nggak yang bergeser. Kan ada yang kayak gitu, kan. Kalau ini yang ketika kita pegang kepalanya, ya dia nunduk dan nurut,” tuturnya.
Bagi Ruben, hewan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sesuatu yang memiliki makna spiritual mendalam. Ia meyakini hewan tersebut akan menjadi pendampingnya di kehidupan setelah mati nanti.
“Karena itu adalah salah satu yang akan mendampingi kita nanti, ya, menjadi kendaraan kita nanti. Kalau aku sih gitu doang. Jadi ketika dia lakukan itu (nunduk), ya udah saya langsung, ‘Iya, ini aja’,” lanjut Ruben.
Meskipun banyak berteman dengan artis pencinta hewan seperti Irfan Hakim, Ruben mengaku tiap orang memiliki cara pandang yang berbeda soal kurban. Ia pun enggan disamakan kriterianya dengan teman-teman lainnya.
“Kalau Irfan mah kan dia jualan sapi. Ketemu sama dia ditawarin namanya. Ya, kalau Igun beda lagi katanya, dia nggak mau yang gede, dia maunya yang sapi yang dari Bima, tapi isinya daging semua,” selorohnya tertawa.
Tahun ini, Ruben memutuskan untuk berkurban sapi di satu lokasi yang masih dirahasiakannya. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa pemberiannya tersebut benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ya makanya saya bilang mudah-mudahan tepat sasaran, gitu. Saya selalu bilang sama panitianya, harus diseleksi banget ya, selektif banget, nggak boleh asal-asalan gitu karena masih banyak yang membutuhkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk totalitas, Ruben bahkan berencana memantau langsung proses penyembelihan usai melaksanakan salat Iduladha, meski harus memperhitungkan rute perjalanan.
“Salat Id-nya beda tempat, ya. Jadi, kita lihat dulu lintasan jalanannya. Kan kadang-kadang ada yang habis salat Id, mereka udah langsung potong kurban, kan. Takutnya lintasan saya mau perginya, mereka udah selesai juga,” tutup Ruben Onsu.
