Cegah Stunting, Pemerintah Perkuat Akses Air Bersih di Sumbawa


JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupaya meningkatkan akses air bersih untuk mendukung program pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan pada balita, terutama di wilayah timur Indonesia.

Salah satu dukungan infrastruktur yang disiapkan dilakukan melalui rehabilitasi dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka guna mendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Air adalah sumber daya terbatas, kami harus menggunakannya secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Jangan sampai nanti anak cucu kesulitan air karena kami boros hari ini,” ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei.

Rehabilitasi dan optimalisasi IPA Pungka dilakukan untuk meningkatkan akses air minum aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Sumbawa, khususnya di Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir.

Optimalisasi SPAM Semongkat dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan PDAM Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, yang saat ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah akibat keterbatasan pasokan air.

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air yang belum memenuhi standar kelayakan.

Selain itu, pekerjaan tersebut juga mendukung pencapaian target nasional akses air minum aman dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6 mengenai air bersih dan sanitasi.

Lingkup pekerjaan optimalisasi SPAM Semongkat meliputi rehabilitasi dan optimalisasi IPA Pungka berkapasitas 150 liter per detik, perbaikan reservoir dan jaringan perpipaan internal, pembangunan fasilitas penunjang IPA, peningkatan sistem mekanikal dan elektrikal, revitalisasi jaringan distribusi utama (JDU) hingga pembangunan struktur perlintasan pipa.

SPAM Semongkat memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Semongkat dengan kapasitas 165 liter per detik.

Air baku dialirkan melalui sistem transmisi gravitasi sepanjang 5 kilometer dengan diameter pipa 16 inci dan 11 kilometer dengan diameter pipa 14 inci menuju IPA Pungka.

Kemudian, air baku akan melalui proses pengolahan untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar air minum.

Setelah diolah, air bersih ditampung pada tiga unit reservoir distribusi yang masing-masing berkapasitas 500 meter kubik untuk dua unit dan 600 meter kubik untuk satu unit sebelum dialirkan ke jaringan distribusi utama.

Dari jaringan tersebut, air akan disalurkan hingga ke Sambungan Rumah (SR) pada area layanan.

Sistem tersebut dirancang untuk melayani 29 desa di lima kecamatan dengan total 12.510 SR eksisting.

Melalui optimalisasi IPA Pungka, Kementerian PU berharap, distribusi air minum menjadi lebih andal, tekanan air lebih stabil dan cakupan layanan terus diperluas seiring pertumbuhan kebutuhan masyarakat di Pulau Sumbawa.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *