KEK Kesehatan Sanur Beroperasi Awal 2025, Bakal jadi Penyelamat Devisa Rp45 Triliun


JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata Sanur, Bali sebagai medical tourism Indonesia segera beroperasi di awal tahun depan. Kehadiran KEK tersebut diyakini bisa menyelamatkan devisa Rp45 triliun keluar dari Indonesia.

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono mengatakan banyak masyarakat Indonesia yang memilih untuk berobat ke luar negeri. Kondisi ini membuat Indonesia kehilangan devisa rata-rata senilai Rp97 triliun per tahun.

Dengan adanya KEK Kesehatan Sanur, sambung Maya, devisa senilai Rp45 triliun bisa diamankan di dalam negeri. Artinya tidak dibelanjakan di luar negeri.

“Jadi per tahun, Rp97 triliun per tahun. Sehingga saat kita bisa meng-curb devisa outflow ini, minimal setengah saja, Rp45 triliun, kita bisa membawa devisa Rp45 triliun kepada negara ini,” kata Maya di Sarinah, Jakarta, dikutip Rabu, 11 Desember.

Nantinya, kata Maya, layanan kesehatan di KEK Sanur juga memberikan akses kepada dokter internasional untuk bisa praktek di dalam kawasan. Tujuannya, untuk mempermudah transfer pengetahuan kepada Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri.

Lebih lanjut, Maya mengatakan berbagai macam langkah dilakukan oleh perusahaan untuk memperkenalkan KEK Sanur ke dunia. Salah satunya, InJourney Hospitality melalui dua hotel yang dikelolanya yakni The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel menggelar acara pergantian tahun dengan menggandeng penyanyi Anggun C Sasmi.

Adapun acara tersebut bertajuk ‘New Year Eve Wave of Glamour with Anggun’ pada 31 Desember 2024. Anggun akan membawakan lagu-lagunya secara intimate dengan iringan piano yang dimainkannya sendiri.

“Nah ini adalah our start of promotion untuk kawasan, untuk hotel kita Meru dan Bali Beach dan juga bagaimana masyarakat Indonesia, masyarakat internasional mulai mengenal mengenai kawasan ekonomi khusus ini dan bagaimana kita preserving also our culture di dalam kawasan ekonomi khusus ini,” jelas Maya.

Beroperasi Awal 2025

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat menargetkan kawasan itu akan mulai beroperasi di awal 2025.

“Jadi tahap awal nanti yang tahun 2025 yang akan beroperasi duluan adalah Bali International Hospital, rumah sakit Pertamedika IHC,” kata Christine.

Christine mengatakan nantinya juga akan ada klinik estetika dan pusat operasi plastik dari Korea Selatan (Korsel), hingga klinik cell therapy dari Hamburg, Jerman yang dihadirkan di KEK Kesahatan Sanur ini.

“Ada beberapa brand dari Korea. Dan ada juga cell therapy dari Hamburg, Jerman,” ujar Christine.

Sekadar informasi, Sanur ditetapkan sebagai KEK Kesehatan dan Pariwisata melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2022. KEK itu dibangun di atas lahan seluas 41,26 hektare (ha), di tepi Pantai Sanur dan Pantai Segara Ayu.

KEK Sanur juga akan dilengkapi Ethnobotanical Garden seluas 4,9 ha yang terletak tepat di jantung kawasan dan dikembangkan sebagai paru-paru kawasan.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *