JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 100.000 sekolah diperbaiki pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan dan menuntaskan persoalan kondisi fisik bangunan sekolah di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo menginginkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat direhabilitasi paling lambat dalam dua tahun mendatang.
“Tahun depan kita berharap itu bisa sampai di 100.000 (sekolah), sehingga dalam 2 tahun ke depan paling lama semua sekolah kita harus sudah diperbaiki. Itu dari sisi fisik sekolahnya,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 12 Agustus.
Prasetyo menjelaskan, komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan akan menjadi salah satu fokus yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato nota keuangan dan pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 di kompleks parlemen.
Menurutnya, perhatian Presiden terhadap perbaikan fasilitas pendidikan telah ditunjukkan sejak awal pemerintahan melalui program revitalisasi sekolah.
Pada 2026, pemerintah semula menargetkan perbaikan sekitar 17.000 sekolah. Namun, setelah menerima data terbaru mengenai kondisi bangunan sekolah di berbagai daerah, Presiden Prabowo menginstruksikan penambahan jumlah sekolah yang direhabilitasi.
Atas arahan tersebut, pemerintah menambah sekitar 60.000 sekolah dalam program perbaikan tahun ini. Dengan tambahan itu, total sekolah yang ditargetkan diperbaiki sepanjang 2026 mencapai hampir 80.000 sekolah.
“Jadi kurang lebih tahun ini kita akan bisa selesaikan hampir mendekati 80.000,” ujar Prasetyo.
Ia mengatakan peningkatan target tersebut dimungkinkan melalui efisiensi dan realokasi anggaran. Pemerintah melakukan penyisiran terhadap belanja yang dinilai kurang produktif untuk dialihkan ke program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk perbaikan sarana pendidikan.
“Ini juga akibat dari keberhasilan kita terus menerus melakukan penyisiran terhadap anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif untuk direalokasi ke program-program yang jauh lebih berdampak,” katanya.
Prasetyo menambahkan, penyesuaian anggaran akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan data di lapangan. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis target perbaikan 100.000 sekolah pada 2027 dapat tercapai.
Melalui program rehabilitasi besar-besaran ini, pemerintah berharap persoalan kerusakan fisik sekolah di seluruh Indonesia dapat diselesaikan paling lama dalam dua tahun ke depan sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
