Ternyata Ada Manfaatnya, Suka Ngomong Sama Diri Sendiri Bikin Pikiran Lebih Terarah


YOGYAKARTA – Pernah tanpa sadar berbicara sendiri saat sedang berpikir, mengerjakan sesuatu, atau mencari barang? Kebiasaan ini sebenarnya cukup umum dan tidak otomatis berarti Anda sedang ngedumel atau mengalami masalah tertentu. Ngomong sama diri sendiri dapat menjadi bagian dari self-talk, yaitu cara seseorang memproses pikiran dan berbicara kepada dirinya sendiri.

Self-talk bisa berlangsung dalam hati maupun diucapkan dengan suara keras. Melansir Healthline, Jumat, 7 Agustus, kebiasaan ini dapat membantu menyelesaikan masalah, mengarahkan perhatian, memberikan motivasi, hingga memproses pengalaman yang sedang dihadapi. Jadi, berbicara kepada diri sendiri sesekali bukan sesuatu yang perlu langsung dianggap aneh.

Membantu mengarahkan pikiran

Ketika banyak hal memenuhi kepala, mengucapkan pikiran dengan suara keras dapat membantu Anda melihat persoalan dengan lebih jelas. Anda bisa menyebutkan apa yang sedang dipikirkan, kemudian menentukan langkah yang perlu dilakukan. Cara ini dapat membantu memecah persoalan yang terasa rumit menjadi bagian yang lebih mudah dihadapi.

Self-talk juga dapat digunakan ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan beberapa tahapan. Anda bisa menyebutkan langkah berikutnya dengan suara pelan agar perhatian tetap tertuju pada pekerjaan. Dengan begitu, berbicara kepada diri sendiri dapat menjadi panduan sederhana saat menyelesaikan sesuatu.

manfaat suka ngomong sama diri sendiri
Ilustrasi manfaat suka ngomong sama diri sendiri (Freepik/magnific)

Membantu fokus dan memberi motivasi

Berbicara kepada diri sendiri juga bisa membantu menjaga perhatian agar tidak mudah teralihkan. Saat belajar, misalnya, Anda dapat menjelaskan kembali materi menggunakan kata-kata sendiri untuk memastikan bahwa informasi tersebut sudah dipahami. Cara serupa bisa digunakan ketika bekerja atau menyelesaikan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.

Self-talk juga dapat menjadi cara untuk memberikan dorongan kepada diri sendiri. Ketika menghadapi tugas sulit, kalimat seperti “Saya coba satu langkah dulu” dapat membantu Anda berfokus pada hal yang bisa dilakukan. Healthline juga membahas penggunaan kata “Anda” atau nama sendiri sebagai bentuk self-talk yang dapat membantu menciptakan jarak dari situasi sehingga masalah bisa dilihat lebih objektif.

Membantu memahami perasaan

Berbicara kepada diri sendiri dapat membantu ketika Anda kesulitan memahami emosi. Cobalah mengutarakan apa yang sedang dirasakan, misalnya, “Sebenarnya apa yang membuat saya kecewa?” Pertanyaan sederhana seperti ini dapat membantu Anda mengenali sumber kekhawatiran atau ketidaknyamanan.

Mengucapkan pikiran dengan suara keras terkadang membuat sesuatu yang sebelumnya terasa samar menjadi lebih mudah dikenali. Anda juga dapat menilai kembali apakah pikiran tersebut sesuai dengan situasi atau terlalu dipengaruhi emosi. Dengan begitu, self-talk bisa menjadi salah satu cara untuk memproses perasaan sebelum mengambil tindakan.

Kapan perlu diperhatikan?

Secara umum, berbicara kepada diri sendiri merupakan hal yang normal. Namun, kondisi tersebut perlu diperhatikan jika Anda mendengar suara yang terasa bukan berasal dari diri sendiri, merasa sangat terganggu, atau pengalaman tersebut sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam situasi seperti ini, Healthline menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Jadi, jangan buru-buru menganggap ngomong sama diri sendiri sebagai kebiasaan yang aneh. Self-talk dapat membantu mengarahkan pikiran, menjaga fokus, memberikan motivasi, dan memahami perasaan. Selama dilakukan secara sehat dan tidak mengganggu keseharian, berbicara kepada diri sendiri justru bisa menjadi cara sederhana untuk membuat pikiran lebih terarah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *