World Kids Carnival JFC Jadi Panggung Anak Berkarya


JEMBER – Kreativitas menjadi salah satu bekal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui ruang berekspresi yang terbuka, anak-anak tidak hanya belajar menuangkan ide dan imajinasi, tetapi juga mengasah rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Berbagai kegiatan seni dan budaya pun menjadi media yang efektif untuk membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai lokal sejak usia dini.

Semangat tersebut tercermin dalam pembukaan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang diawali dengan World Kids Carnival. Ajang ini menjadi wadah inklusif bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus membangun karakter melalui karya yang mereka tampilkan.

“World Kids Carnival JFC bukan sekadar perhelatan karnaval tahunan, melainkan sebuah gerakan untuk membangun sumber daya manusia melalui ruang berkarya yang inklusif bagi anak-anak,” kata Presiden JFC Budi Setiawan saat membuka World Kids Carnival di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat petang.

Menurut Budi, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi diri melalui karya kreatif yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, jiwa kepemimpinan, sekaligus menjadi tontonan yang dapat dinikmati masyarakat, baik di Indonesia maupun mancanegara.

“World Kids Carnival menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil kreativitas yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini,” katanya.

Ia berharap kegiatan itu mampu membentuk generasi muda yang mencintai budaya Indonesia sekaligus menyebarkan semangat persatuan kepada anak-anak di berbagai belahan dunia.

“Misi utamanya membangun kesadaran anak-anak untuk mencintai bumi dan lingkungan melalui busana mereka,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, menilai keterlibatan anak-anak dalam World Kids Carnival merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang efektif. Menurutnya, proses merancang hingga membuat kostum sendiri mampu melatih kreativitas sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab.

“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan, sehingga mari bersama-sama menjadikan Jember ramah anak, ramah lingkungan, dan penuh semangat gotong royong,” katanya.

Ratusan peserta anak tampil penuh semangat di sepanjang lintasan karnaval dengan mengenakan busana spektakuler yang mengusung tema besar JFC tahun ini, yakni HEAL (Humanity, Earth and Life). Tema tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya memulihkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Rangkaian pembukaan JFC kemudian ditutup dengan Pets Carnival yang menghadirkan parade hewan peliharaan bersama para pemiliknya, menambah semarak perayaan yang sarat pesan tentang kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebersamaan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *