SULAWESI SELATAN – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai merealisasikan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Balombong yang berada di Lembang Bori Lombongan, Kabupaten Toraja Utara. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama dan didukung anggaran sebesar Rp24,6 miliar.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan kembali jaringan irigasi itu bertujuan meningkatkan cakupan layanan yang selama ini belum optimal. Saat ini, sistem irigasi Balombong baru mampu mengairi sekitar 16 persen dari total luas lahan yang dirancang untuk dilayani.
“Ini desainnya 1.040 hektare. Sekarang kapasitasnya cuma 16 persen dan kita akan tingkatkan menjadi 80 persen, sehingga menjadi 800 hektare bisa teririgasi kembali,” ujarnya, seperti dikutip ANTARA, Minggu, 26 Juli.
Menurut Andi Sudirman, setelah proses rehabilitasi rampung, DI Balombong akan berstatus sebagai irigasi teknis. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan hasil pertanian melalui ketersediaan air yang lebih baik sehingga petani dapat melakukan penanaman hingga dua kali dalam setahun.
“Di sini akan menjadi irigasi teknis dan bisa dua kali setahun (panen) dengan kapasitas yang lebih luas,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, rehabilitasi DI Balombong diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong kemajuan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.
Program rehabilitasi DI Balombong merupakan bagian dari Paket 4 Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi. Paket tersebut meliputi delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, dengan total nilai anggaran mencapai Rp120 miliar.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
