BOGOR — Pemerintah mulai menyiapkan pola pembinaan atlet jangka panjang dengan membangun akademi olahraga nasional yang menjaring talenta sejak usia sekolah dasar.
Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6).
Erick mengatakan Presiden memberikan perhatian besar terhadap pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi prestasi olahraga Indonesia pada masa depan.
Menurut Erick, akademi olahraga akan menjadi jalur pembinaan berkelanjutan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8 sampai 10 tahun sudah mulai dibina,” kata Erick.
Ia menjelaskan pembinaan usia dini menjadi penting karena Indonesia mulai memiliki banyak talenta muda yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Mulai dari catur, balap motor hingga skateboard, sejumlah atlet muda Indonesia mulai menunjukkan prestasi yang menarik perhatian.
Karena itu, pemerintah ingin pembinaan tidak lagi dilakukan ketika atlet sudah memasuki usia kompetitif, melainkan dimulai sejak tahap pencarian bakat.
Erick mengatakan Presiden juga mendukung skema pembinaan jangka panjang melalui pelatnas multiyears agar pengembangan atlet tidak terhambat pergantian anggaran tahunan.
Menurut Erick, langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
“Bapak Presiden ingin pembinaan atlet benar-benar dilakukan secara jangka panjang,” ujarnya.
Pemerintah berharap sistem tersebut dapat memperkuat regenerasi atlet nasional dan menciptakan jalur prestasi yang lebih terstruktur sejak usia dini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
