Massa Petani hingga UMKM Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung Program Prabowo dan Minta Mafia Pangan Ditindak 



JAKARTA – Ribuan massa yang terdiri dari petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mahasiswa, buruh, hingga tokoh masyarakat menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka menyatakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Aksi berlangsung sejak pagi dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa datang dari berbagai daerah sambil membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi. Dari atas mobil komando, perwakilan peserta menyampaikan sejumlah tuntutan sekaligus pernyataan sikap.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (TNI) Don Muzakir mengatakan dukungan diberikan karena berbagai program pemerintah dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Kami yang tergabung dari unsur petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, buruh, pemuda, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen rakyat Indonesia menyatakan dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Don di lokasi aksi, Jumat, 19 Juni.

Menurut Don, dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan sikap semata. Massa juga mengaku ingin mengawal implementasi berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk mengawal agar seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat dan tidak diselewengkan oleh mafia maupun oknum yang menghambat kepentingan masyarakat,” ungkap dia.

Dalam aksi tersebut, isu ketahanan pangan menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Massa menilai sejumlah kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap petani dan pelaku usaha di daerah, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk hingga meningkatnya penyerapan hasil produksi pertanian.

Don mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai ikut menggerakkan rantai ekonomi desa karena meningkatkan kebutuhan terhadap hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM lokal.

“Dulu hasil panen seperti kubis sering tidak laku. Sekarang terserap. Bidang peternakan, buah-buahan, dan perkebunan juga ikut merasakan manfaatnya. Karena itu kami sangat bersyukur memiliki program yang benar-benar menyentuh masyarakat desa,” tutur Don.

Selain menyatakan dukungan terhadap program pemerintah, massa juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap praktik mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, hingga mafia impor yang dinilai merugikan masyarakat dan menghambat program kerakyatan.

Mereka juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM, serta pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah pedesaan.

Isu reforma agraria turut disuarakan. Massa meminta pemerintah segera membentuk Badan Nasional Penyelesaian Reforma Agraria untuk menangani konflik pertanahan yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Di sisi lain, Don menegaskan aksi tersebut bukan ditujukan sebagai aksi tandingan terhadap kelompok tertentu. Menurutnya, tujuan utama kegiatan itu adalah menyampaikan aspirasi masyarakat yang mengaku merasakan manfaat dari sejumlah kebijakan pemerintah.

“Kami hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat luas warga desa sangat puas dengan berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, massa juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Mereka menilai situasi yang kondusif menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan. Jangan sampai perbedaan pandangan memecah persatuan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa,” tegasnya.

Massa juga meminta DPR RI memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program-program kerakyatan agar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Aksi berakhir pada siang hari. Setelah seluruh pernyataan sikap disampaikan, peserta membubarkan diri secara tertib dari kawasan Patung Kuda.

(Foto: dok. Istimewa)

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *