China Minta NATO Berhenti Picu Konfrontasi



JAKARTA – China mendesak Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengevaluasi secara serius terkait perannya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jiansetelah Sekretaris Jenderal (Sekjen)NATO Mark Ruttemengatakanaliansi tersebut memantau dengan cermat dukungan Beijing terhadap Rusia dalam perang dengan Ukraina.

“NATO perlu mengatasi persepsi yang salah tentang China dan berhenti memicu konfrontasi dan mengalihkan kesalahan,”kata Lin Jiandilansir ANTARA dari Anadolu, Jumat, 19 Juni.

Menanggapi pernyataanRutte, Lin mengatakan NATO harus mempertimbangkan kembali perannya dalam lingkungan internasional saat ini.

“Sebagai peninggalan dari Perang Dingin, NATO perlumerenungkan secara serius peran apa yang telah dimainkannya dandampaknyaterhadap perdamaian dan stabilitas di dunia saat ini,” kata Lin.

Sebelumnya, Rutte mengatakan kepada wartawan pada Rabu (17/6), NATOterus berusaha memantau dengan cermat apa yang dilakukan China terkait laporan Beihingsedang melatih Rusia.

“Mengenai China, yang kami ketahui, tentu saja adalah upaya pengelakan sanksi, barang-barang ganda, dan sebagainya. Kami tidak naif. Kami mengikuti semuanya dengan cermat,” kata Rutte.

Lin pun mengatakan China telah mempertahankan posisi denganobjektif dan adil, serta secara konsisten melakukan upaya aktif untuk mengakhiri permusuhan dan mempromosikan pembicaraan perdamaianterkait perang Ukraina.

“Beijing tidak memberikan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik dan telah memberlakukan kontrol ketat atas barang-barang dwiguna,” ujar Lin.

Para kepala keamanan BRICS akan bertemu di India

Secara terpisah, pertemuan ke-16 antara para penasihat keamanan nasional BRICS dan perwakilan tinggi untuk keamanan nasional akan diadakan pada 22-23 Juni di New Delhi, India.

Menlu China Wang Yi dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

Selama pertemuan tersebut, China akan membahas situasi keamanan internasional, isu-isu utama regional dan global, serta tanggapan terhadap tantangan keamanan konvensional dan non-konvensional dengan anggota lainBRICS.

Kemlu China menyatakan negara-negara anggotaBRICSberkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia, mempromosikan pembangunan bersama, mempraktikkan multilateralisme, dan memungkinkan tata kelola global yang lebih adil dan merata di tengah lingkungan internasional yang semakin bergejolak.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *