Prioritas Rekonstruksi di Jalur Gaza akan Dikerjakan Setelah Situasi Memungkinkan


JAKARTA – Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) mengatakan pada Hari Kamis, mereka telah menetapkan prioritas untuk pemulihan dan rekonstruksi dan siap untuk memulai operasi lapangan “setelah kondisi memungkinkan.”

Pengumuman tersebut disampaikan selama pertemuan koordinasi yang dipimpin oleh ketua komite Ali Shaath dengan perwakilan Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Bank Dunia untuk membahas hasil penilaian cepat atas kerusakan dan kebutuhan di Jalur Gaza, Palestina.

Menurut pernyataan yang diterbitkan oleh komite di perusahaan media sosial AS X, Shaath mengatakan komite telah mengadopsi penilaian tersebut sebagai “referensi utama” untuk mempersiapkan rencana dan program pemulihan dan rekonstruksi, melansir Anadolu (19/6).

Komite telah menyelesaikan prioritas sektoral dan rencana implementasi, sehingga memungkinkan untuk segera memulai pekerjaan “setelah kondisi yang diperlukan terpenuhi,” lanjutnya.

Lebih jauh Shaath mengatakan prioritas telah diidentifikasi di sektor kesehatan, perumahan, infrastruktur, ekonomi, pertanian, telekomunikasi, dan perlindungan sosial untuk memastikan sumber daya diarahkan ke kebutuhan yang paling mendesak.

Perwakilan Uni Eropa, PBB, dan Bank Dunia mempresentasikan temuan utama dari penilaian tersebut, termasuk skala kerusakan dan kerugian di sektor-sektor vital dan kebutuhan yang diperlukan untuk memulihkan layanan dasar dan mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di Gaza, demikian pernyataan tersebut.

Para peserta menekankan, upaya pemulihan dan rekonstruksi harus dipimpin oleh warga Palestina, menyoroti peran komite dalam mengoordinasikan upaya nasional dan internasional, serta mempersiapkan proses rekonstruksi yang berkelanjutan.

Pada akhir pertemuan, mereka menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan kerja sama teknis dan koordinasi dengan komite dalam mendukung upaya pemulihan, rekonstruksi, dan pembangunan berkelanjutan di Gaza.

Komite, sebuah badan non-politik yang bertugas mengelola urusan sipil sehari-hari di Gaza, mulai beroperasi dari Kairo pada bulan Januari tetapi belum memulai pekerjaan di dalam Jalur Gaza.

Pada Hari Rabu, Hamas mengatakan telah mengadakan pembicaraan dengan mediator dan perwakilan Dewan Perdamaian tentang penyelesaian implementasi perjanjian gencatan senjata Gaza dan beralih ke fase kedua.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan, pembicaraan tersebut telah mencapai “pemahaman luas” mengenai beberapa isu, termasuk masuknya komite dan pasukan internasional ke Gaza dan masalah senjata Palestina.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *