JAKARTA – Nota kesepahaman Iran Amerika Serikat telah ditandatangani oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Presiden Donald Trump, dengan teks dibuat dalam bahasa Farsi dan Inggris.
Presiden Trump mengatakan kepada wartawan saat meninggalkan Istana Versailles, Prancis pada Rabu malam, Ia telah menandatangani salinan perjanjian AS-Iran.
“Sudah ditandatangani,” kata Presiden Trump, melansir CNN (18/60.
“Ditandatangani di Versailles, saya baru saja menandatanganinya,” tambahnya.
Penandatanganan itu terekam dalam unggahan media sosial pejabat Gedung Putih.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino mengunggah video tersebut di X tak lama setelah Presiden Trump meninggalkan Versailles.
Presiden Trump menandatangani dokumen tersebut sesaat sebelum makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.
Scavino menuliskan, “Tepat sebelum makan malam malam ini di Versailles di Prancis, yang diselenggarakan oleh Presiden @EmmanuelMacron—Presiden @realDonaldTrump menandatangani Nota Kesepahaman Iran, setelah Menteri Rubio menerimanya…
“Sebuah momen penting dalam sejarah yang kita bagikan bersama…” @SecRubio“
Just prior to this evenings dinner at Versailles in France, hosted by President @EmmanuelMacron—President @realDonaldTrump signed the Iran Memorandum of Understanding, once Secretary Rubio received it…
“A pretty key moment in history we are sharing together…” @SecRubio pic.twitter.com/sLYi6G9TM3
— Dan Scavino (@Scavino47) June 17, 2026
Di Iran, Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan telah menandatangani memorandum dengan AS, menurut foto-foto yang diterbitkan oleh media Pemerintah Iran, IRNA.
Foto-foto yang dirilis oleh IRNA menunjukkan Presiden Pezeshkian memegang dokumen yang ditulis dalam bahasa Farsi, dengan tanda tangan yang tampaknya merupakan tanda tangannya dan Presiden Trump di bagian bawah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB mengatakan, memorandum AS-Iran ditandatangani dalam bahasa Inggris dan Farsi atas desakan Tehran untuk tujuan transparansi.
“Ini mewakili tingkat transparansi tertinggi dalam komunikasi publik kami,” katanya.
“Jika teks tersebut hanya ada dalam bahasa Inggris, mungkin akan ada terjemahan yang subjektif atau berbeda,” tambahnya.
Baghaei mengatakan teks Farsi sesuai dengan versi bahasa Inggris dan Iran menganggapnya “sepenuhnya berwibawa dan sah.”
Nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin tersebut bertujuan untuk memperluas gencatan senjata dan melanjutkan arus lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Terpisah, Pakistan, yang telah memainkan peran mediasi sepanjang konflik, mengatakan kesepahaman tersebut akan segera berlaku.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
