Kampung Haji Kembali Masuk Agenda, Targetnya Tekan Biaya dan Tingkatkan Layanan


BOGOR — Gagasan pembangunan Kampung Haji kembali mencuat dalam pembahasan Presiden Prabowo Subianto dengan Kementerian Haji dan DPR. Proyek tersebut dipandang sebagai salah satu instrumen untuk memperbaiki layanan sekaligus menekan biaya haji Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan Presiden sempat menyinggung rencana Kampung Haji dalam pertemuan evaluasi penyelenggaraan haji 2026.

Menurut Gus Irfan, arah kebijakan yang diinginkan Presiden cukup jelas, yakni menjadikan Kampung Haji sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan jemaah.

“Tadi sempat disinggung sedikit oleh beliau, tetapi yang jelas beliau ingin Kampung Haji sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada jemaah sekaligus untuk menekan biaya haji,” kata Gus Irfan.

Meski demikian, pemerintah belum memaparkan secara rinci bentuk maupun tahapan implementasi proyek tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah pembahasan berbagai strategi untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan haji yang masih menghadapi tantangan besar, mulai dari nilai tukar mata uang, kenaikan harga avtur, hingga meningkatnya biaya layanan dari Arab Saudi.

Karena itu, pemerintah dan DPR masih akan membahas berbagai skema yang memungkinkan biaya haji tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Bagi pemerintah, Kampung Haji tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji yang setiap tahun melibatkan ratusan ribu jemaah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *