Militer AS Lancarkan Serangan ke Wilayah Iran Setelah Jatuhnya Helikopter Apache


JAKARTA – Militer Amerika Serikat melancarkan gelombangan serangan baru terhadap Iran pada Selasa malam, menurut unggahan media sosial US Central Command (US CENTCOM).

Serangan dimulai pukul 17.00 EDT, menurut unggahan tersebut, dan merupakan “balasan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin” di lepas pantai Oman, melansir CNN (10/6).

Lebih lanjut US CENTCOM menggambarkan serangan itu sebagai “serangan pertahanan diri.”

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr melaporkan ledakan telah terdengar di kota pesisir Iran, Sirik, mengutip penduduk setempat yang mendengar “sejumlah ledakan di daerah tersebut.”

“Sifat pasti dari suara-suara ini belum ditentukan, dan hingga saat ini, belum ada otoritas militer atau penegak hukum resmi yang berkomentar tentang penyebab ledakan tersebut,” lapor Mehr.

Ledakan juga terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, yang berbatasan dengan Selat Hormuz, menurut Mehr.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN, serangan baru ini dimaksudkan sebagai tembakan peringatan kepada Iran dan bahwa AS percaya serangan tersebut tidak akan menghambat negosiasi untuk mengakhiri perang.

Unggahan US CENTCOM menggambarkannya sebagai “balasan proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan.”

Dua sumber mengatakan kepada CNN, serangan awal menargetkan sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz. Salah satu sumber mengatakan, serangan tambahan diperkirakan akan terjadi.

Sebelumnya, sebuah sumber yang mengetahui jatuhnya helikopter AS mengatakan, sebuah drone Shahed Iran menyerang pesawat tersebut pada Hari Senin.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa belum jelas apakah drone tersebut sengaja menargetkan Apache atau apakah itu merupakan penembakan yang tidak disengaja.

Kedua pilot helikopter tersebut tidak terluka, menurut unggahan Presiden Donald Trump, dan sebuah kapal drone AS tanpa awak menyelamatkan mereka.

Helikopter serang Apache, yang digunakan oleh AS dan negara-negara lain yang terlibat seperti UEA dan Arab Saudi, dipersenjatai dengan senapan rantai 30 milimeter dan roket yang relatif murah yang menjadikannya aset berharga dan hemat biaya dalam menangkis drone Iran selama konflik.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *