1,4 Juta Warga Lebanon Butuh Bantuan Kemanusiaan Mendesak


JAKARTA – Pejabat kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan 1,4 juta orang di Lebanonsangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, seiring kondisi ketahanan pangan di negara itu yang terus memburuk dengan cepat.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, mengatakan PBB dan Pemerintah Lebanon telah meluncurkan seruan pendanaan baru untuk terus menghimpun dana bagi operasi bantuan penyelamatan jiwa.

Hal itu disampaikan Riza dalam konferensi pers yang diselenggarakan antor PBB di Jenewa melalui sambungan video pada Jumat (5/6), bertepatan denganpembaruan dan perpanjangan Flash Appeal(Seruan Darurat) kemanusiaan untuk Lebanon.

Ia menambahkan eskalasi permusuhan selama lebih dari tiga bulan telah menyebabkan kekerasan yang parah dan penderitaan akut di seluruh Lebanon.

“Masyarakat menghadapi dampak yang sangat berat, termasuk pengungsian berulang dalam skala luas, kehancuran rumah serta infrastruktur layanan dasar, dan trauma psikologis yang mendalam,” kata Rizadilansir ANTARA dari WAFA, Sabtu, 6 Juni.

Ia mencatat lebih dari 3.500 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka, sementara hampir satu juta orang masih mengungsi dari rumah mereka.

Ia menjelaskan tenaga kesehatan dan petugas tanggap darurat menghadapi risiko kematian dan cedera dalam skala yang mengerikan. Sementara itu, seluruh kawasan permukiman telah berubah menjadi puing-puing, dan banyak keluarga kehilangan rumah serta sumber mata pencaharian mereka.

Riza mengatakan dalam kunjungan terhadap sejumlah komunitasdalam beberapa pekan terakhir, ia menyaksikan kerusakan luas pada infrastruktur dan layanan penting.

Kerusakan tersebut mencakup rumah sakit dan klinik yang terkena serangan udara, gedung pemerintahan yang hancur, lahan pertanian yang hangus, stasiun air yang rusak, serta sekolah yang dialihfungsikan menjadi lokasi penampungan pengungsi.

Ia menegaskan trauma psikologis akibat konflik sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Trauma psikologis akibat konflik telah merasuk jauh ke dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari, meninggalkan luka emosional yang akan bertahan lebih lama daripada suara tembakan dan ledakan bom,” ujarnya.

Pejabat PBB tersebut mengatakan para donor telah memberikan sekitar 190 juta dolar AS (sekitar Rp3,42 triliun), yang memungkinkan pemerintah dan mitra kemanusiaan merespons dengan cepat serta memberikan bantuan kepada lebih dari 680.000 orang selama tahap pertama Flash Appeal(Seruan Darurat) kemanusiaan tersebut.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *