YOGYAKARTA – Nyeri sendi yang tiba-tiba sering membuat orang bingung dan panik. Artikel ini akan membahas cara membedakan asam urat dan rematik sebenarnya bisa dilakukan dari gejala awal yang muncul.
Mengenali perbedaannya sejak dini penting agar penanganan tidak salah. Banyak orang menganggap kedua kondisi ini sama karena sama-sama menyebabkan nyeri dan bengkak di persendian.
Mengapa Asam Urat Sering Dikira Rematik?
Dilansir dari laman arthritis, pada stadium lanjut, penyakit asam urat bisa tampak sangat mirip dengan rematik. Keduanya menyebabkan nyeri dan peradangan di beberapa sendi sekaligus.
Maka tidak heran jika dokter pun bisa keliru mendiagnosis, terutama jika riwayat gejala awal pasien tidak disampaikan secara lengkap.
Seorang dokter spesialis dari Emory University School of Medicine menegaskan bahwa jika riwayat gejala sebelumnya tidak diketahui, diagnosis rematik memang bisa saja muncul pada kasus yang sebenarnya adalah asam urat stadium lanjut.
Apa Itu Asam Urat dan Bagaimana Gejalanya?
Asam urat adalah penyakit peradangan yang terjadi ketika kadar asam urat berlebih dalam darah mengendap sebagai kristal di sendi. Kondisi ini bisa dipicu oleh faktor genetik, gangguan ginjal, konsumsi alkohol berlebihan, atau makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood.
Gejala asam urat khas, di antaranya serangan nyeri hebat yang tiba-tiba, sering dimulai dari ibu jari kaki. Serangan pertama kerap muncul setelah trauma fisik, sakit, atau cedera. Seiring waktu, nyeri bisa menyebar ke kaki, lutut, dan pergelangan tangan sebelum akhirnya menjadi kronis.
Pada stadium kronis, asam urat bisa menyerang banyak sendi sekaligus. Proses ini biasanya berlangsung selama beberapa tahun. Di sinilah asam urat mulai menyerupai rematik dan rentan salah didiagnosis.
Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Asam Urat yang Dianjurkan Agar Nyeri Sendi Tidak Mudah Kambuh
Apa Itu Rematik dan Apa Bedanya?
Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) bukan soal pola makan, melainkan penyakit autoimun. Sistem imun tubuh secara keliru menyerang lapisan tipis yang melapisi sendi. Akibatnya, terjadi kerusakan dan nyeri yang bersifat kronis.
Rematik bisa muncul secara mendadak di banyak sendi sekaligus, atau berkembang perlahan di beberapa sendi. Adapun pola serangannya cenderung simetris, artinya sendi kanan dan kiri tubuh terpengaruh secara bersamaan. Ini berbeda dari asam urat yang serangannya tidak selalu simetris.
Cara Membedakan Asam Urat dan Rematik dari Gejalanya
Asam urat biasanya menyerang pasien secara tiba-tiba dengan nyeri yang sangat intens. Serangan pertama hampir selalu dimulai dari ibu jari kaki, sering kali setelah ada pemicu seperti sakit atau cedera. Adapun pola serangannya datang dan pergi sebelum akhirnya menjadi kronis.
Rematik, sebaliknya, berkembang secara bertahap dan bersifat progresif. Sendi yang terserang biasanya simetris, misalnya pergelangan tangan kanan dan kiri terasa nyeri bersamaan.
Kemudian kaku di pagi hari yang berlangsung lebih dari satu jam adalah tanda khas yang membedakan rematik dari asam urat.
Dari sisi pemicu pun keduanya sangat berbeda. Asam urat dipicu oleh makanan tinggi purin, konsumsi alkohol, faktor genetik, atau gangguan fungsi ginjal. Rematik sama sekali tidak berhubungan dengan pola makan karena penyebabnya adalah sistem imun yang keliru menyerang jaringan sendi sendiri.
Itulah mengapa diet rendah purin tidak akan efektif jika yang Anda derita ternyata rematik. Mengenali pola gejala sejak awal adalah kunci agar penanganan benar-benar tepat sasaran.
Memahami cara membedakan asam urat dan rematik, maka Anda turut menjaga kualitas hidup Anda ke depannya. Jangan biarkan nyeri sendi mengganggu aktivitas harian Anda karena penanganan yang keliru. Temukan lebih banyak informasi kesehatan, gaya hidup, dan tips medis terpercaya hanya di VOI.
