JAKARTA – Florentino Perez menegaskan bahwa Real Madrid hanya butuh pelatih yang bagus untuk kembali ke performa terbaik mereka. Dia menambahkan bahwa Jose Mourinho termasuk dalam kategori tersebut.
Real Madrid kini telah menjalani dua musim berturut-turut tanpa memenangi trofi besar, dengan tiga pelatih–Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, dan Alvaro Arbeloa–yang gagal memaksimalkan potensi skuad.
“(Kylian) Mbappe, Vinicius (Junior), (Jude) Bellingham, (Arda) Guler, (Federico) Valverde, (Aurelien) Tchouameni. Mereka adalah yang terbaik di dunia.”
“Seorang pelatih yang baik, dengan semua pemain ini, akan menjadikan mereka bagian dari era yang sangat penting lainnya dalam sejarah Real Madrid,” kata Perez dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi nasional Spanyol, TVE.
Perez menambahkan, ketika ditanya tentang Mourinho–yang terakhir kali memimpin di Bernabeu antara tahun 2010 dan 2013–bahwa ia jelas pelatih yang baik.
Sejauh ini, memang baru Mourinho yang santer dikaitkan dengan Real Madrid. Hanya saja, Real Madrid akan melakukan pemilihan presiden akhir pekan ini.
Andai Perez kembali menjadi Presiden Los Blancos, bukan tak mungkin Mourinho akan kembali ke Bernabeu.
Jika sang penantang Perez, Enrique Riquelme, yang memenangi pemilihan–pemilihan presiden klub pertama kali sejak 2006–tentunya dia punya kandidat lain.
Dalam sebuah wawancara dengan ESPN pekan lalu, Riquelme berjanji untuk memberikan nama-nama spesifik terkait pelatih dan pemain anyar. Baru-baru ini, baru gelandang Manchester City, Rodri, yang sudah disebut sebagai incaran Requelme.
Namun, terlepas dari pemilihan pelatih dan pemain baru, Real Madrid sebetulnya punya isu serius dan mendesak yang harus diselesaikan oleh siapa pun presidennya.
Isu yang dimaksud ialah soal masa depan Vinicius Junior, yang kontraknya saat ini akan berakhir pada 2027.
“Saya tidak tahu apakah dia akan memperbarui kontraknya. Jika Anda menanyakan pendapat saya, saya ingin dia tetap tinggal,” kata Perez kepada TVE.
Sementara itu, Perez mengkritik Riquelme, mengatakan bahwa dewan yang diusulkannya mencakup tokoh-tokoh dari masa kepresidenan Ramon Calderon–menggambarkannya sebagai periode terburuk dalam sejarah Real Madrid–yang memimpin klub dari tahun 2006 hingga 2009, sebelum kembalinya Perez.
“Saya tidak akan berdebat dengan siapa pun. Dia bisa berbicara sebanyak yang dia mau. Saya akan menjelaskan semuanya di sini,” kata Perez ketika ditanya apakah ia akan menghadapi Riquelme di forum publik menjelang pemungutan suara.
