Dinda Ghania Selipkan Single Terbaru di Setlist Panggung LaLaLa Fest 2026


JAKARTA – Penyanyi muda Dinda Ghania melanjutkan momentum produktifnya sebagai penyanyi di sepanjang bulan Agustus. Selain merilis MV baru, ia juga memperkenalkan trek anyar yang ia bawakan di LaLaLa Fest 2026.

Bulan lalu Dinda mempersembahkan video musik untuk lagunya bertajuk Half of Me. Lalu di penghujung bulan Agustus, What If I’m Never Enough meluncur sebagai single berikutnya dari artis yang akan menginjak usia 17 tahun pada 10 November nanti.

Kesibukan tersebut menguji Dinda Ghania bukan hanya sebagai penyanyi, melainkan juga seorang penampil di panggung. Ia bangga bisa terjun sebagai songwriter dan melibatkan diri dalam pengembangan cerita serta dunia visual karyanya sendiri.

Pada 15 Agustus 2026, Dinda merilis video musik resmi “Half of Me”, setelah versi audionya lebih dulu hadir pada 4 Juli. Jika lagunya dibangun melalui gitar akustik dan piano yang intim, video musiknya mengambil pendekatan yang jauh lebih sinematik melalui kisah berlatar sebuah misi luar angkasa.

Disutradarai oleh Joni Astin, Half of Me menampilkan Dinda bersama Jeremie Moeramans sebagai Daniel, pasangan sekaligus rekan dalam sebuah misi luar angkasa.

Perjalanan keduanya berubah setelah meteor menghantam pesawat dan membuat Daniel terluka. Dinda kemudian memberikan darahnya sendiri untuk menyelamatkannya sebelum mengambil keputusan untuk mengirim Daniel kembali menuju Bumi melalui emergency spacecraft.

Menurut Joni, kisah tersebut merupakan bentuk visual dari makna utama lagu: ketika kehilangan seseorang juga terasa seperti kehilangan sebagian dari diri sendiri.

“Darah bagi saya merupakan simbol kehidupan. Ketika Dinda memberikan darahnya, dia secara literal memberikan sebagian dari dirinya agar orang yang dia cintai bisa tetap hidup,” ujar Joni Astin dalam keterangan tertulis.

Pada 22 Agustus 2026, Dinda memperkenalkan single terbaru What If I’m Never Enough, sebuah karya bernada sendu yangdiproduseri Josh Cumbee dan ditulis bersama Molly Ann. Lagu tersebut berangkat dari kegelisahan mengenai insecurity, self-worth, dan tekanan untuk terus memenuhi ekspektasi.

Ide awalnya muncul dari pengalaman personal serta catatan yang sebelumnya ditulis Dinda. Proses tersebut kemudian dikembangkan dalam sesi songwriting bersama Molly Ann dan Josh Cumbee di Bali.

Alih-alih langsung dimulai dari melodi, sesi kreatif tersebut bermula dari pembicaraan mengenai tema dan hal-hal yang ingin disampaikan Dinda.

“Lagu ini membawa kita dalam sebuah perjalanan, dari internal monologue menuju existential crisis,” jelas Josh Cumbee.

Menurut Josh, salah satu kekuatan utama karya tersebut justru terletak pada kerentanannya. Pada bagian awal lagu, vokal Dinda hanya ditemani satu instrumen sehingga cerita dan emotional delivery menjadi pusat perhatian.

Tanggal rilis What If I’m Never Enough bertepatan dengan penampilan Dinda di LaLaLa Festival 2026 pada 22 Agustus. Dinda mengambil alih Bloom Stage sekitar pukul 17.05 WIB dengan set berdurasi 45 menit bersama format band dan Haris Pranowo sebagai Music Director.

“What If I’m Never Enough” turut masuk dalam set bersama “Freeloader”. Meski bukan menjadi debut live pertama lagu tersebut, LaLaLa Festival menjadi salah satu momentum awal ketika single terbaru Dinda dibawa langsung ke hadapan audiens festival.

Dinda Ghania di LaLaLa Fest 2026 (Ist)
Dinda Ghania di LaLaLa Fest 2026 (Ist)

Momentum tersebut juga melanjutkan perjalanan Dinda sebagai performer setelah tampil di Prambanan Jazz Festival 2026 pada Juli lalu.

Rangkaian rilis single dan menjajal panggung LaLaLa Fest menjadi penanda fase baru dalam perjalanan Dinda sepanjang 2026. Bukan hanya memperluas katalog musiknya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dirinya mulai semakin aktif membangun cerita, visual, dan identitas tersendiri sebagai seorang artis.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *