
JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi pasien Hantavirus yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Infeksius (RSPI) Sulianti Saroso sudah pulang.
“Jadi itu memang orang yang teridentifikasi pernah di kapal. Kita di-warningdari Pemerintah Inggris ada satu orang Inggris yang datang ke Indonesia karena bekerja,” kata Menkes Budi Gunadi dilansir ANTARA, Selasa, 6 Juni.
Begitu pihaknya mengetahui tersebut, kata Menkes, pasien tersebut sudah diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Setelah diidentifikasi, lanjutnya, ternyata tidak ada penularan.
“Kontaktracing-nya sudah dilihatdan semuanya juga sudah dicekgakada,” kata Menkes Budi Gunadi.
Dia menjelaskan Hantavirus sudah ada dari awal tahun 2000-andan sudah dilakukan uji seroprevalensi, yakni tes pada sebuah populasi untuk mengetahui jumlah individu yang memiliki antibodi spesifik pada serum darahnya.
“Sudah pernah diuji seroprevalensi survei kayak dulu COVID, di daerah-daerah seperti Bali 16 persen, sudah punya antibodi. Daerah-daerah Surabaya, Jakarta, sudah 13 persen. Jadi memang ini bukan virus baru. Sudah ada dulu di Indonesiadan Alhamdulillah,fatalityrate-nya sih sangat rendah,” kata Menkes.
SebelumnyaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (22/5) melaporkan perkembangan terbaru terkait wabah Hantavirus di atas sebuah kapal pesiar, dengan jumlah kasus yang dilaporkan meningkat menjadi 12.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Belanda telah mengonfirmasi satu kasus tambahan yang melibatkan seorang awak kapal yang turun di Tenerife, Spanyol, kemudian dipulangkan ke Belanda, dan sejak saat itu telah menjalani isolasi.
Saat ini terdapat 12 kasus yang dilaporkan dan tiga kematian yang dilaporkan. Tidak ada kematian baru yang dilaporkan sejak 2 Mei, ketika wabah pertama kali dilaporkan ke WHO, kata Tedros.
“Kami terus mendesak negara-negara yang terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal dengan cermat selama sisa periode karantina,” kata Tedros.
Lebih dari 600 kontak terus dipantau di 30 negaradan sejumlah kecil kontak berisiko tinggi masih dalam proses pelacakan.
