JAKARTA – Pengadilan Tinggi (PT) Israel memberikan lampu hijau untuk pengangkatan Mayor Jenderal Roman Gofman sebagai kepala badan intelijen Israel alias Mossad baru pada Senin, 1 Juni.
Izin diberikan untuk mengangkat Gofman setelah PT Israel menolak dua petisi menentang pengangkatan sekretaris militer Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak Desember 2025.
“Tidak ada cela dalam integritasnya,” demikian petikan pernyataan PT Israel, dikutip dari AFP.
Sikap tersebut berbanding terbalik dengan keputusan Jaksa Agung Israel Gali Baharav-Miara.
Pada 10 Mei, Miara mengirim surat kepada pengadilan yang merinci penentangannya terhadap pengangkatan Gofman.
Ia menuduh Gofman gagal bertindak pada tahun 2022, saat seorang remaja Israel ditangkap karena spionase yang sebenarnya telah direkrut secara diam-diam oleh militer atas permintaan Gofman.
Menurut surat jaksa agung, perwira militer yang bertindak “atas permintaan Gofman” merekrut Uri Elmakiyes yang berusia 17 tahun di luar kerangka hukum apa pun untuk melakukan operasi “pengumpulan informasi dan pengaruh” secara daring dengan warga negara musuh, terutama Suriah.
Karena tidak menyadari bahwa remaja itu bertindak atas nama militer, badan keamanan internal Israel Shin Bet menangkap dan menahannya dalam ruang isolasi selama hampir dua bulan sebelum memindahkannya ke tahanan rumah selama lebih dari setahun.
Jaksa akhirnya mencabut semua tuduhan terhadap Elmakiyes, setelah penyelidikan.
