Indonesia hingga Palestina Kutuk Pembukaan Kedutaan Besar Somaliland di Yerusalem yang Diduduki


JAKARTA – Indonesia hingga Palestina mengutuk apa yang disebut pembukaan kedutaan besar oleh wilayah Somaliland di Yerusalem yang diduduki, menekankan dukungan penuh terhadap kesatuan, kedaulatan dan integritas Somalia.

Dalam pernyataan bersamanya Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Republik Arab Mesir, Kerajaan Arab Saudi, Negara Qatar, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Turki, Republik Islam Pakistan, Republik Djibouti, Republik Federal Somalia, Negara Palestina, Kesultanan Oman, Republik Sudan, Republik Yaman, Republik Lebanon, Republik Islam Mauritania, Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Republik Rakyat Bangladesh, dan Negara Kuwait mengutuk dengan tegas langkah ilegal dan tidak dapat diterima yang diambil oleh wilayah yang disebut sebagai “Somaliland” dalam membuka apa yang diklaim sebagai “kedutaan besar” di Yerusalem yang diduduki.

Hal ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan resolusi internasional terkait, serta mewakili pelanggaran langsung terhadap status hukum dan historis Yerusalem yang diduduki, menurut pernyataan bersama para Menlu dalam akun X @Kemlu_RI seperti dikutip Senin (25/5).

Para Menteri menegaskan kembali penolakan kategoris mereka terhadap segala bentuk langkah sepihak yang bertujuan untuk mengokohkan realitas ilegal di Yerusalem yang diduduki atau memberikan legitimasi kepada entitas atau pengaturan apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait, lanjut pernyataan itu.

Para Menlu juga menegaskan kembali bahwa Yerusalem Timur telah menjadi wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967, dan bahwa segala bentuk langkah yang dimaksudkan untuk mengubah status hukum dan historisnya adalah batal demi hukum dan tidak memiliki efek hukum, lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, Republik Somaliland mengumumkan akan membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang pertama di dunia, kata duta besar mereka untuk Israel pada Selasa pekan lalu.

“Saya senang mengumumkan bahwa Kedutaan Besar Republik Somaliland akan berlokasi di Yerusalem — Kedutaan Besar akan segera dibuka, sementara Israel juga akan mendirikan Kedutaan Besarnya di Hargeisa, yang mencerminkan persahabatan yang semakin erat, rasa saling menghormati, dan kerja sama strategis antara kedua bangsa kita,” tulis Duta Besar Somaliland untuk Israel, Mohamed Hagi, di X, melansir The Times of Israel.

Sementara, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar memuji “keputusan penting” untuk membuka kedutaan besar di “ibu kota abadi kita, Yerusalem,” menyebutnya sebagai “langkah signifikan lainnya dalam memperkuat hubungan antara negara dan bangsa kita.”

Para menteri luar negeri dalam pernyataan bersamanya “menekankan dukungan penuh mereka terhadap kesatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia, serta penolakan tegas mereka terhadap segala bentuk langkah sepihak yang merusak kesatuan wilayah Somalia atau melanggar kedaulatannya.”

Diketahui, Israel pada 26 Desember 2025 menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia pada tahun 1991, sebagai negara berdaulat.

Liga Arab, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) hingga Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam pengakuan Israel terhadap Somaliland.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menegaskan dukungan penu kedaulatan wilayah Somalia dengan Somaliland sebagai wilayah tidak terpisahkan, mengecam pengakuan Israel, dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi pada 10 Januari 2026.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *