Indonesia dan Sejumlah Negara Kutuk Ulah Menteri Israel Ben-Gvir Terhadap Relawan Global Sumud Flotilla


JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia dan sejumlah negara Arab atau Islam yang disebut Kelompok-8 atau Kelompok New York, mengutuk ulah menteri sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir terhadap relawan Global Sumud Flotilla.

Pernyataan bersamanya yang dikeluarkan pada Hari Minggu Menteri Luar Negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi dan Qatar mengatakan, “penghinaan publik yang disengaja yang dilakukan Ben-Gvir terhadap para tahanan merupakan serangan yang memalukan terhadap martabat manusia dan pelanggaran nyata terhadap kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional,” dikutip dari WAFA (25/5).

Para menteri juga mengecam keras tindakan hasutan dan kekerasan yang melanggar hukum dan ekstremis yang dilakukan oleh Ben-Gvir dan pejabat Israel lainnya terhadap warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki.

Mereka memperingatkan, tindakan provokatif Ben-Gvir memicu kebencian dan ekstremisme serta menghambat upaya yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara.

Para menteri tersebut selanjutnya menyerukan agar Ben-Gvir dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mengakhiri provokasi, hasutan, dan pelanggaran berulang yang dilakukannya, mencegahnya melanjutkan ancamannya, dan memastikan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi atau diulangi.

Pernyataan tersebut menekankan perlunya melindungi hak asasi manusia, menjunjung tinggi martabat semua tahanan, memastikan perlakuan manusiawi, dan menjamin penghormatan penuh terhadap hukum internasional di wilayah Palestina yang diduduki.

Diberitakan sebelumnya, ulah menteri sayap kanan Israel terhadap aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla menuai kritik dari dalam negeri Israel hingga sekutu dekat Amerika Serikat.

Itu menyusul intersepsi dan penangkapan yang dilakukan pasukan komando Angkatan Laut Israel terhadap konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus pada 18 Mei, yang diikuti penangkapan sekitar 430 relawan kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI).

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang ditahan dengan posisi berlutut dengan kepala menyentuh tanah, sementara tangannya diborgol di belakang, di akun media sosial X miliknya, dengan keterangan “selamat datang di Israel.”

Sehari setelah, para relawan tersebut dibebaskan pada Hari Kamis dan diterbangkan ke Turki sebelum kembali ke negara masing-masing.

Diketahui, Kelompok New York merupakan delapan negara Arab dan mayoritas Muslim yang bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS pada Bulan September 2025. Ini meliputi Indonesia, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Turki, Pakistan, Mesir dan Uni Emirat Arab.

Kelompok ini kemudian mengadakan pertemuan tingkat menteri mengenai Palestina di Istanbul, Turki yang membahas implementasi rencana perdamaian Gaza, termasuk langkah-langkah konkret untuk memastikan efektivitas gencatan senjata serta dukungan terhadap proses rekonstruksi di wilayah kantong Palestina itu pada Bulan November 2025.

Negara-negara ini juga menjadi peserta dalam KTT Perdamaian Gaza atau KTT Sharm El-Sheikh pada 13 Oktober.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *