JAKARTA – Kemewahan tampak mencuri perhatian sejak pertama kali memasuki area Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI di Kebagusan, Jakarta Selatan. Di balik agenda lelang aset negara, publik justru disuguhi pengalaman layaknya memasuki ruang pamer koleksi fashion eksklusif dan perhiasan bernilai tinggi.
Di salah satu ruangan kaca yang menjadi pusat perhatian pengunjung, deretan tas mewah dari rumah mode dunia tersusun rapi di etalase. Nama-nama besar seperti Hermes, Chanel, Gucci, hingga Louis Vuitton tampil memikat, lengkap dengan sejumlah koleksi langka yang sulit ditemukan di pasaran.
Salah satu item yang paling menyita perhatian adalah Louis Vuitton Grace Coddington Twist MM. Tas edisi terbatas itu menjadi magnet bagi pengunjung yang penasaran melihat langsung koleksi premium yang biasanya hanya muncul di butik tertentu atau pelelangan eksklusif.
Tak hanya tas, ruang pamer juga dipenuhi deretan perhiasan emas, berlian, hingga logam mulia yang tersimpan di balik etalase tertutup. Sejumlah koleksi terlihat begitu personal, mulai dari anting berinisial “SDW”, liontin bertuliskan “Sandra” dan “Sandra Dewi”, hingga gelang dan cincin dengan ukiran nama “Mika” serta “Raphael”, yang diduga merupakan barang personal milik Sandra Dewi dan kedua putranya.
Sebagian besar koleksi fashion dan perhiasan tersebut diketahui berasal dari aset rampasan perkara yang melibatkan Harvey Moeis. Sementara beberapa logam mulia lainnya berasal dari perkara tersangka berbeda. Pengunjung hanya diperbolehkan melihat dari dekat tanpa menyentuh langsung koleksi tersebut, dengan petugas berjaga untuk memberikan informasi mengenai kondisi maupun spesifikasi barang.
Menariknya, tas-tas serupa hadir dalam beragam pilihan warna, mulai dari navy, beige, abu-abu, cokelat, biru elektrik, pink, hingga putih, dengan nilai limit yang berbeda-beda sesuai kondisi dan kelangkaannya.
Di balik atmosfer luxury showcase tersebut, BPA Fair 2026 merupakan agenda lelang aset negara yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI sejak 18 hingga 21 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan proses pemulihan aset kepada masyarakat secara lebih terbuka sekaligus mendekatkan mekanisme lelang kepada publik.
Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi menyebut penyelenggaraan BPA Fair menjadi upaya nyata memperkenalkan proses pengelolaan dan pengembalian aset hasil tindak pidana kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya Badan Pemulihan Aset dalam menjawab tantangan masyarakat yang masih begitu awam tentang proses penyelesaian aset rampasan negara melalui penjualan lelang,” ujar Kuntadi, saat ditemui di kantor Badan Pemulihan Aset, Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Mei 2026.
“Sekaligus memperkenalkan Badan Pemulihan Aset sebagai entitas Kejaksaan RI dalam melaksanakan pengelolaan dan pengembalian aset hasil tindak pidana ataupun aset lainnya kepada negara maupun korban yang berhak,” lanjutnya.
Tak sekadar menghadirkan lelang aset sitaan, BPA Fair tahun ini juga membawa pendekatan baru melalui promosi publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Mulai dari pre-event launching pada 22 April 2026, kegiatan promosi saat Car Free Day pada 10 Mei 2026, hingga rangkaian acara utama pada 18–21 Mei 2026, seluruh agenda diklaim berjalan melampaui ekspektasi penyelenggara.
Menurut Kuntadi, inovasi lain yang dihadirkan adalah memasukkan karya seni dan instrumen musik sebagai objek lelang bernilai investasi.
“Salah satu inovasi yang kami hadirkan dalam penyelenggaraan BPA Fair kali ini adalah memperkenalkan dimensi baru dalam ekosistem lelang, yaitu mengangkat karya pelukis berbakat serta memperkenalkan instrumen musik sebagai objek lelang bernilai tinggi sebagai sebuah karya seni, bukan sekadar alat musik” jelasnya.
“Kami meyakini bahwa seni dan musik bukan sekadar hiburan, melainkan aset budaya yang memiliki nilai ekonomi dan investasi jangka panjang,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap gelaran ini pun cukup tinggi. Berdasarkan evaluasi internal BPA, mayoritas pengunjung memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan acara maupun kualitas pelayanan petugas selama pameran berlangsung.
Puncaknya, Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, secara resmi menutup rangkaian BPA Fair 2026 di Kantor BPA Kebagusan, Jakarta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendekatan penegakan hukum kini tak lagi hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, melainkan juga pemulihan kerugian negara.
“Keberhasilan penegakan hukum tidak cukup diukur dari lamanya hukuman penjara, melainkan dari seberapa besar kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan.” tegas Burhanuddin.
BPA Fair 2026 mencatat pencapaian signifikan. Dari total 308 unit aset yang dilelang, sebanyak 300 unit berhasil terjual dengan tingkat keberhasilan mencapai 88,64 persen. Nilai limit aset laku tercatat sebesar Rp922,2 miliar, dengan kenaikan harga lelang mencapai Rp74,7 miliar. Secara keseluruhan, total hasil lelang menyentuh angka fantastis, yakni Rp997,4 miliar.
Salah satu aset paling diminati adalah Harley Davidson Road Glide yang mencatat kenaikan harga tertinggi hingga 930,86 persen dengan jumlah peminat mencapai 349 peserta lelang.
Melihat tingginya respons publik, BPA berharap agenda ini dapat berkembang menjadi program tahunan sebagai langkah optimalisasi pemulihan aset sekaligus penguatan pendapatan negara. Dengan kombinasi antara transparansi hukum, pengalaman pameran premium, dan pendekatan publik yang lebih dekat, BPA Fair 2026 berhasil menghadirkan wajah baru lelang aset negara yang terasa lebih modern dan inklusif.
BPA Fair 2026 turut didukung oleh mitra strategis yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
