Harga Plastik Naik, Menko Airlangga Sebut Pemerintah Siapkan Impor LPG Bea Masuk Nol


JAKARTA — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan harga plastik di dalam negeri dipengaruhi harga minyak. Sebab, bahan baku plastik masih terkait komoditas berbasis minyak.

Hal itu disampaikan Airlangga seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 22 Mei.

“Karena harga minyak. Semua komoditas yang berbasis minyak harganya berubah,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak pabrik plastik. Ia menyebut pabrik polipropilena dan polietilena sudah tersedia di dalam negeri.

“Plastik, pabrik di dalam negeri sudah banyak. Polipropilen, polietilen, semua sudah banyak pabrik di Indonesia,” ujarnya.

Polipropilena dan polietilena merupakan bahan baku plastik yang banyak dipakai untuk kemasan, kantong, botol, hingga berbagai produk industri.

Airlangga juga menyebut plastik dibuat dari nafta. Nafta adalah bahan baku industri petrokimia yang digunakan untuk memproduksi berbagai jenis plastik.

Untuk membantu pasokan bahan baku industri, pemerintah menyiapkan kebijakan impor LPG dengan bea masuk nol. Menurut Airlangga, kebijakan itu sedang diproses di Kementerian Keuangan.

“Salah satu kan plastik dibuat dari nafta. Salah satu dibolehkan untuk impor LPG dengan bea masuk nol. Ini sedang dalam proses di Kementerian Keuangan,” kata Airlangga.

Selain soal plastik, Airlangga menyinggung permintaan asosiasi pengusaha mengenai transparansi kebijakan. Ia mengatakan transparansi akan dilakukan melalui sistem.

“Transparansi ya secara by system. Diatur dengan sistem,” ujarnya.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *