JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai melihat perkembangan baru di Myanmar setelah pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara itu. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut ada sejumlah langkah yang dinilai positif oleh negara-negara ASEAN.
Hal itu disampaikan Sugiono usai sesi retreat KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Sabtu, 9 Mei.
Menurutnya, Indonesia sejak awal menekankan bahwa pemilu di Myanmar harus berjalan inklusif dan mampu membuka jalan menuju perdamaian.
Setelah pemerintahan baru terbentuk, ASEAN mencatat adanya pembebasan lebih dari 6.000 tahanan politik serta perubahan status tahanan terhadap Aung San Suu Kyi.
“Saya kira ini merupakan satu progres dalam rangka memenuhi five-point consensus,” kata Sugiono.
Meski demikian, Indonesia menegaskan penyelesaian krisis Myanmar tetap harus berpegang pada five-point consensus ASEAN.
Sugiono mengatakan negara-negara ASEAN sepakat terus melibatkan Myanmar dalam dialog kawasan agar negara itu bisa menemukan jalan keluar atas konfliknya sendiri.
“Negara-negara anggota harus terus memberikan perhatian dan terus men-engage Myanmar,” ujarnya.
