Penjualan Toyota Tembus 50 Triliun Yen, Laba Tergerus Tarif Trump


JAKARTA – Toyota mencetak sejarah baru di Jepang. Penjualan raksasa otomotif itu pada tahun fiskal 2025 menembus 50,68 triliun yen atau sekitar 323 miliar dolar AS.

Kyodo News dikutip Jumat, 8 Mei, melaporkan, Toyota menjadi perusahaan Jepang pertama yang membukukan penjualan tahunan di atas 50 triliun yen. Kenaikan penjualan 5,5 persen itu ditopang permintaan mobil hibrida yang kuat dan penyesuaian harga.

Namun, rekor penjualan tidak membuat laba Toyota ikut melaju kencang. Laba bersih perusahaan turun 19,2 persen menjadi 3,85 triliun yen. Laba usaha juga merosot 21,5 persen menjadi 3,77 triliun yen.

Penyebab utamanya adalah tarif impor Amerika Serikat. Toyota menyebut dampak tarif terhadap laba usaha mencapai 1,38 triliun yen. Angka itu lebih rendah dari perkiraan awal 1,45 triliun yen, tetapi tetap menjadi beban besar bagi perusahaan.

Tarif itu diberlakukan setelah Presiden AS Donald Trump pada April tahun lalu menaikkan bea masuk mobil Jepang menjadi 27,5 persen dari sebelumnya 2,5 persen. Setelah negosiasi, tarif turun menjadi 15 persen pada Juli dan resmi berlaku September.

Di sisi volume, Toyota masih kuat. Penjualan kendaraan grup Toyota, termasuk Daihatsu Motor Co. dan Hino Motors Ltd., naik 2,5 persen menjadi 11,28 juta unit. Permintaan di pasar utama, termasuk Jepang, masih solid.

Jalan Toyota tahun ini belum ringan. Untuk tahun usaha berjalan hingga Maret mendatang, perusahaan memperkirakan laba bersih turun lagi 22 persen menjadi 3 triliun yen. Penjualan hanya diproyeksikan naik tipis 0,6 persen menjadi 51 triliun yen.

Laba usaha juga diperkirakan turun 20,3 persen menjadi 3 triliun yen. Toyota menyebut tarif AS dapat memangkas laba usaha sebesar 1,38 triliun yen, sedangkan ketegangan Timur Tengah diperkirakan memberi beban 670 miliar yen.

Grup Toyota memperkirakan penjualan global tahun ini turun 0,9 persen menjadi 11,18 juta kendaraan.

Ada perubahan struktur di tubuh grup. Hino tidak lagi menjadi anak usaha terkonsolidasi Toyota setelah merger dengan Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corp. pada April.

Rekor penjualan Toyota datang bersamaan dengan tekanan laba yang besar akibat tarif AS dan ketegangan Timur Tengah.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *