JAKARTA – Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, bangkit kembali setelah kekalahan mengejutkannya dari Hailey Baptiste di Madrid Open pekan lalu untuk mencapai babak ketiga di Italian Open 2026.
Petenis asal Belarusia itu memainkan pertandingan pertamanya di Roma dengan mencatat kemenangan telak 6-2 dan 6-3 atas Barbora Krejcikova dalam waktu satu jam 24 menit pada Kamis, 7 Mei 2026, waktu lokal.
“Saya sangat senang bisa lolos. Dia pemain hebat. Kami telah menjalani banyak pertandingan sulit sebelumnya,” ujar Sabalenka, dikutip dari situs resmi WTA.
Hasil ini membuat Sabalenka memperpanjang dominasinya atas petenis 30 tahun asal Republik Ceko yang punya koleksi dua gelar Grand Slam tersebut. Ini adalah kemenangan ketujuhnya dari total delapan bentrok mereka di arena kompetitif.
Duel tersebut juga merupakan pertemuan pertama mereka di lapangan setelah perempat final Australia Open pada 2024. Ketika itu, Sabalenka menang dengan skor yang sama persis dengan pertemuan terbaru mereka di Italia.
“Dia petarung sejati dan saya senang melihatnya kembali. Saya juga senang dengan level permainan saya untuk meraih kemenangan yang sulit ini,” kata Sabalenka.
Krejcikova—yang bermain di Roma untuk pertama kalinya sejak 2023—berhasil mematahkan servis Sabalenka di gim pertama pertandingan ini. Namun, itu adalah satu-satunya momen Sabalenka tertinggal dalam pertemuan ini.
Petenis berusia 28 tahun itu dengan cepat menemukan ritme permainannya untuk membalas dengan mematahkan servis Krejcikova dan menyamakan kedudukan. Krejcikova kemudian mempertahankan servisnya untuk skor 2-2, tetapi Sabalenka memenangi empat gim berikutnya untuk merebut set pertama dalam 37 menit.
Set kedua berlangsung serupa. Sabalenka mengamankan break untuk memimpin skor 3-1 dengan pukulan overhead winner dan tidak mengendur setelahnya. Ia pun berhasil menutup set dengan save tanpa kehilangan poin.
Pada babak ketiga nanti, Sabalenka akan berhadapan dengan Sorana Cirstea. Petenis asal Rumania yang berstatus sebagai unggulan ke-26 tersebut lolos ke babak ketiga setelah menghentikan petenis Jerman, Tatjana Maria.
