iPhone Fold Terancam Delay 2026, Apple Hadapi Masalah Produksi Serius


JAKARTA — Rencana ambisius Apple untuk masuk ke pasar ponsel lipat kembali menghadapi hambatan. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pengembangan iPhone Fold mengalami kendala serius dalam tahap uji produksi awal, membuka kemungkinan penundaan jadwal peluncuran yang sebelumnya diharapkan terjadi pada 2026.

Menurut sumber rantai pasok yang dikutip media Asia, Apple telah memperingatkan mitra produksinya bahwa proses produksi massal komponen iPhone Fold bisa tertunda jika masalah teknis saat ini tidak segera diatasi.

“Lebih banyak masalah dari yang diperkirakan muncul selama fase uji produksi awal, dan dibutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikannya serta melakukan penyesuaian,” ujar salah satu sumber yang mengetahui situasi tersebut. “April hingga awal Mei menjadi fase krusial.”

Isu ini muncul di tengah ekspektasi bahwa iPhone Fold akan menjadi salah satu produk paling revolusioner Apple sejak peluncuran iPhone pertama. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa teknologi foldable masih menyimpan tantangan kompleks—mulai dari ketahanan layar, mekanisme engsel, hingga efisiensi produksi skala besar.

Apple sebelumnya dikabarkan menargetkan produksi sekitar 7 hingga 8 juta unit iPhone Fold, atau kurang dari 10% dari total produksi iPhone tahun 2026. Angka ini mencerminkan pendekatan hati-hati Apple terhadap pasar foldable yang hingga kini masih tergolong niche, meski sudah dirintis sejak 2019 oleh kompetitor seperti Samsung.

Di sisi lain, laporan juga menyebut bahwa tahap engineering verification test (EVT) sedang berlangsung, dengan hasilnya akan menentukan apakah perangkat ini siap masuk fase produksi massal atau justru harus ditunda lebih lama.

Jika kendala tidak terselesaikan dalam waktu dekat, penundaan bisa berlangsung berbulan-bulan—bahkan berpotensi menggeser jadwal peluncuran dari pola tradisional Apple di bulan September. Dalam skenario terburuk, peluncuran iPhone Fold bisa mundur hingga akhir tahun atau bahkan dibatalkan sepenuhnya.

Situasi ini menempatkan Apple pada posisi sulit. Strategi peluncuran iPhone selama ini sangat bergantung pada momentum musim gugur, dengan lini Pro sebagai pendorong utama penjualan. Kehadiran iPhone Fold diyakini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan segmen premium.

Namun, tanpa kepastian produksi, Apple harus mempertimbangkan ulang roadmap produknya—termasuk kemungkinan menunda pengumuman demi menjaga konsistensi pasokan dan kualitas.

Di tengah hype yang sudah berlangsung bertahun-tahun, absennya iPhone Fold pada 2026 bisa menjadi pukulan bagi ekspektasi pasar. Tapi di sisi lain, Apple dikenal tidak terburu-buru dalam merilis produk baru—lebih memilih menunggu hingga teknologi benar-benar matang.

Ikuti Whatsapp Channel VOI





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *