JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia memperkuat sinergi dengan Polrestabes Bandung dan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat untuk menangani kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi konsumen. Langkah ini merupakan respons perusahaan atas temuan indikasi tindak pidana yang diduga dilakukan pihak eksternal.
Kasus tersebut bermula dari sejumlah pengaduan konsumen yang ditindaklanjuti melalui investigasi internal secara menyeluruh. Dari hasil investigasi, perusahaan mengidentifikasi sejumlah aktivitas dan akun yang terindikasi terkait penyalahgunaan data pribadi konsumen pada platform mitra perusahaan, dengan estimasi nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan temuan tersebut, PT Akulaku Finance Indonesia melaporkan kasus ini kepada Polrestabes Bandung. Penanganan perkara selanjutnya ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat dan saat ini telah memasuki tahap penyidikan.
Dalam perkembangan penanganan perkara, kepolisian tengah mendalami dugaan penyalahgunaan data pribadi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga rekayasa wajah (face swap) untuk mengajukan fasilitas pembiayaan secara tidak sah.
Kepolisian juga telah mengamankan sejumlah terduga pelaku yang berkaitan dengan perkara tersebut. Adapun detail mengenai modus operandi dan pihak-pihak yang terlibat masih menjadi bagian dari proses penyidikan.
Direktur Kepatuhan PT Akulaku Finance Indonesia, Meyli Rita Rahmayanti Siburian, menegaskan bahwa pelindungan konsumen dan masyarakat, termasuk keamanan data pribadi, merupakan prioritas utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Pelindungan konsumen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses bisnis yang dilakukan oleh PT Akulaku Finance Indonesia. Kami mendukung proses hukum yang berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen serta menjaga ekosistem keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Meyli, dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober.
Ia juga mengapresiasi profesionalisme dan langkah cepat yang dilakukan Polrestabes Bandung serta Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat dalam menangani perkara tersebut.
“Kami juga mengapresiasi profesionalisme dan penanganan cepat dari Polrestabes Bandung dan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat terus menjadi kunci penting dalam menjaga integritas industri keuangan digital,” lanjutnya.
Akulaku Finance Indonesia menyatakan akan terus membangun dan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum sebagai langkah konkret untuk meningkatkan sistem deteksi dini terhadap dugaan kejahatan berbasis digital. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendukung proses penegakan hukum dan mencegah terulangnya modus serupa yang berpotensi merugikan masyarakat.
Sejalan dengan upaya tersebut, perusahaan akan terus menyempurnakan sistem pengawasan internal, meningkatkan keandalan teknologi, serta memperkuat mitigasi risiko guna mengantisipasi perkembangan modus kejahatan siber.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen identitas lainnya. Masyarakat diminta tidak membagikan dokumen tersebut kepada pihak yang tidak dikenal atau tidak memiliki kepentingan yang jelas.
Kewaspadaan dalam menjaga data pribadi dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan identitas dan kejahatan finansial di tengah pesatnya perkembangan ekosistem keuangan digital.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
