NUSAKAMBANGAN – Sebanyak 35 anak didik PAUD Istiqomah Aisyiyah Cilacap mengikuti kegiatan outing class di area ketahanan pangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mengenalkan pertanian, perikanan, dan peternakan kepada anak-anak sejak usia dini.
Didampingi 15 orang pendamping, rombongan yang dipimpin perwakilan PAUD Istiqomah Aisyiyah Cilacap, Ariefah Nur Fitrhiya, mengikuti sejumlah kegiatan edukatif. Anak-anak diajak menanam cabai dan semangka, menyaksikan panen terong, serta melihat proses panen ikan lele.
Mereka juga mengunjungi area peternakan domba Garut serta lokasi budidaya jamur, anggrek, dan anggur. Melalui pengalaman langsung tersebut, anak-anak dapat mengenal beragam tanaman dan hewan sekaligus mempelajari pemanfaatan lahan serta pengelolaan sumber daya pangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Kembang Kuning.
Mengenalkan Ketahanan Pangan Sejak Dini
Kepala Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Sugeng Indrawan, menyambut baik kunjungan edukatif tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan di lingkungan lapas merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Menurut Sugeng, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang produktif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi tempat pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan. Salah satunya melalui program ketahanan pangan di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Sugeng.
Ia menegaskan bahwa pembinaan di lapas juga berkaitan dengan upaya membangun harapan bagi masa depan warga binaan.
“Bahwa di lapas itu ada pembinaan, ada pelatihan, dan ada harapan masa depan,” katanya.

Dukungan untuk Pembelajaran di Luar Kelas
Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, yang sedang melaksanakan kunjungan dinas di Nusakambangan.
Di sela-sela kunjungannya, Mardi Santoso bersama Kepala Lapas Kelas I Batu, Irfan, yang juga menjabat Koordinator Wilayah Nusakambangan dan Cilacap, secara simbolis menyerahkan bingkisan kepada peserta PAUD sebagai bentuk perhatian terhadap kegiatan edukatif bagi anak-anak.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan selamat datang, penyerahan bingkisan, dan doa bersama. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan di sejumlah area ketahanan pangan dengan didampingi tim lapas.
Perwakilan PAUD Istiqomah Aisyiyah Cilacap, Ariefah Nur Fitrhiya, menyampaikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Kembang Kuning atas kesempatan belajar secara langsung yang diberikan kepada para peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lapas Kelas IIA Kembang Kuning yang telah menerima kunjungan kami. Melalui kegiatan outing class ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas, mengenal berbagai jenis tanaman, hewan ternak, serta kegiatan ketahanan pangan. Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan anak-anak dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap lingkungan sekitar sejak dini,” ujar Ariefah.
Kunjungan ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa program pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mencakup pembinaan keterampilan dan kemandirian.
Melalui kegiatan ketahanan pangan dan kesempatan edukasi bagi masyarakat, Lapas Kelas IIA Kembang Kuning berupaya menunjukkan peran pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
