JAKARTA – Pemerintah menyatakan belum membahas secara mendalam rencana pembagian ponsel gratis kepada masyarakat.
Adapun wacana tersebut sebelumnya disampaikan oleh Utusan Presiden Hashim Djojohadikusumo dan direncanakan terintegrasi dengan program pembukaan rekening gratis untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo mengatakan, saat ini pemerintah baru menyiapkan skema pelaksanaan program pembukaan rekening gratis bagi masyarakat, sementara rencana pembagian ponsel gratis masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Menurutnya, pemerintah belum menentukan mekanisme pelaksanaan, sumber pendanaan, maupun pihak yang akan bertanggung jawab atas program pembagian ponsel gratis tersebut.
“Anggaran untuk pembukaan rekeningnya itu sudah siap. Kalau untuk ponsel-nya itu nanti kita bahas. Ya, nanti kita akan bahas itu lagi,” ujarnya kepada awak media, Rabu, 14 Oktober.
Dradjad juga belum dapat memastikan apakah program pembagian ponsel gratis tersebut bisa direalisasikan pada tahun ini.
Ia menegaskan, pemerintah perlu membahas rencana tersebut terlebih dahulu sebelum menetapkan keputusan. “Ya, kan belum dibahas. Kalau sudah kita bahas baru kita sampaikan,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening baru bagi masyarakat yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dan program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk mempermudah penyaluran bantuan sosial.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembukaan rekening gratis bagi sekitar 25,1 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 17 tahun dan untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah diperkirakan menyiapkan anggaran sebesar Rp3,8 triliun pada 2026.
Program tersebut akan memprioritaskan masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
“Prioritas sekarang di desil 1 sampai desil 4, sekitar 25,1 juta penduduk kita yang kita akan targetkan untuk pembukaan rekening,” tuturnya.
Dradjad menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembukaan rekening tersebut, termasuk saldo awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.
“Ya, dari pemerintah itu yang sudah kita siapkan kan pembukaan rekening ya, yang Rp50.000 itu. Bagaimana instrumennya, mekanismenya, alatnya itu nanti akan kita bicarakan lagi,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
