Emir Qatar Sebut Serangan Israel di Gaza Genosida, Minta Pelaku Bertanggung Jawab


JAKARTA – Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyebut apa yang terjadi di Jalur Gaza sebagai genosida dan meminta pihak yang bertanggung jawab tidak dibiarkan lolos dari pertanggungjawaban.

Menurut Antara, disitat Selasa, 13 Oktober yang mengutip Anadolu, pernyataan itu disampaikan Tamim saat membuka sidang tahunan ke-55 Dewan Syura Qatar di Doha, Selasa, 13 Oktober.

“Apa yang terjadi di Jalur Gaza tidak diragukan lagi merupakan genosida, dan para pelakunya tidak boleh dibiarkan lolos dari pertanggungjawaban,” kata Tamim. Pernyataan mengenai Gaza tersebut juga tercantum dalam naskah pidato resmi Emir Qatar.

Qatar selama ini terlibat sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang di Gaza. Tamim mengatakan Doha akan tetap bekerja bersama negara-negara lain dan mitra internasional untuk menjaga keamanan kawasan.

“Kami akan terus bekerja sama dengan saudara-saudara kami serta mitra internasional dan regional untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan kami,” ujarnya.

Menurut otoritas Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka di Gaza sejak Oktober 2023. Sebagian besar korban disebut perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah itu juga dilaporkan rusak atau hancur.

Persoalan Gaza juga telah masuk ke ranah hukum internasional.

Mahkamah Pidana Internasional atau ICC pada 21 November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sementara Mahkamah Internasional atau ICJ masih menangani perkara yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel berdasarkan Konvensi Genosida. Sejumlah negara kemudian mengajukan intervensi dalam perkara tersebut.

Qatar, Mesir, dan Turkiye menjadi mediator dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 sebagai bagian dari rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak kesepakatan itu sebanyak 1.493 warga Palestina tewas dan 5.299 lainnya terluka akibat serangan Israel. Sebagian besar korban disebut perempuan dan anak-anak.

Israel juga disebut masih membatasi masuknya bantuan berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan penampungan, dan rumah prefabrikasi sesuai jumlah yang telah disepakati.

Gaza dihuni sekitar 2,4 juta warga Palestina. Sekitar 2,15 juta di antaranya disebut telah mengungsi di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *