Oposisi Israel Ungguli Koalisi Netanyahu dengan Selisih 18 Kursi dalam Jajak Pendapat Jelang Pemilu


JAKARTA – Kubu partai oposisi yang menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memenangkan 67 dari 120 kursi di Knesset, Parlemen Israel, dibanding 49 kursi yang akan diraih koalisi pemerintahan dalam jajak pendapat yang diumumkan Hari Senin.

Survei Channel 12 memproyeksikan dalam Pemilu yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang, partai-partai Zionis yang menentang Netanyahu akan memperoleh 54 kursi, sementara partai-partai Arab memperoleh 13 kursi, dikutip dari Anadolu (13/10).

Sedangkan kelompok yang disebut saluran tersebut sebagai “blok ketiga” diperkirakan akan meraih empat kursi.

Mayoritas parlemen yang terdiri dari setidaknya 61 kursi diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 12 Oktober terhadap sampel representatif yang terdiri dari 509 orang berusia 18 tahun ke atas, dengan margin kesalahan maksimum sebesar 4,4 poin persentase.

Partai Yashar pimpinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Gadi Eisenkot memimpin jajak pendapat dengan perolehan 23 kursi, diikuti oleh Partai Likud pimpinan Netanyahu dengan 20 kursi atau turun satu kursi dibandingkan survei saluran tersebut sebelumnya.

Sementara itu, Partai Beyachad pimpinan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett mempertahankan 13 kursi, sedangkan partai Demokrat pimpinan Yair Golan dan partai Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman masing-masing memperoleh sembilan kursi.

Berikutnya, Joint List, yang dipimpin oleh Yousef Jabareen, diproyeksikan memenangkan delapan kursi; jumlah yang sama dengan partai ultra-Ortodoks Shas pimpinan Aryeh Deri dan Partai Jewish Power pimpinan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Adapula United Torah Judaism, yang dipimpin oleh Yaakov Asher, memperoleh tujuh kursi, sementara aliansi Religious Zionism-Zehut yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan politisi Moshe Feiglin mengamankan enam kursi.

Kemudian, United Arab List pimpinan Mansour Abbas memperoleh lima kursi, sehingga total perwakilan dari daftar partai Arab menjadi 13 kursi.

Sedangkan Partai gabungan Reservists-Economic yang dipimpin oleh Yoaz Hendel dan Yaron Zelekha memperoleh empat kursi.

Terkait kelayakan sebagai perdana menteri, Eisenkot mengungguli Netanyahu dengan perolehan 45 persen berbanding 35 persen, memperlebar keunggulannya menjadi 10 poin persentase dari sebelumnya tiga poin dalam jajak pendapat terdahulu.

Bennett juga sedikit mengungguli Netanyahu, dengan perolehan dukungan 37 persen dibandingkan 36 persen yang diraih sang perdana menteri.

Netanyahu mengungguli Avigdor Lieberman dengan angka 35 persen berbanding 27 persen, meskipun selisihnya menyempit menjadi delapan poin persentase dari 17 poin dalam survei sebelumnya.

Channel 12 melaporkan sekitar 8 persen responden belum menentukan pilihan mereka.

Diketahui, pemerintahan Netanyahu saat ini berkuasa sejak akhir Desember 2022, dengan koalisi yang secara luas dinilai sebagai koalisi paling berhaluan kanan dalam sejarah Israel.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *