IHSG Berpotensi Tertekan pada Selasa 13 Oktober, Investor Waspadai Level 5.900


JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 13 Oktober, setelah terkoreksi tajam hingga kembali berada di bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan sebelumnya. Investor akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support, pergerakan rupiah, serta sentimen pasar global.

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 2,59 persen atau 157,61 poin ke level 5.936,15. Indeks sempat dibuka menguat ke posisi 6.122,29, tetapi tekanan jual yang meningkat sepanjang perdagangan membuat IHSG berbalik arah dan menyentuh level terendah 5.917,39.

Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih kuat di pasar saham domestik. Sebanyak 632 saham ditutup melemah, sedangkan 118 saham menguat dan 213 saham tidak berubah. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp13,6 triliun.

Dengan posisi IHSG yang kembali berada di bawah 6.000, pelaku pasar perlu mewaspadai kemungkinan berlanjutnya koreksi apabila tekanan jual belum mereda. Sebaliknya, peluang pemulihan teknikal tetap terbuka jika indeks mampu bertahan di area terendah perdagangan sebelumnya dan kembali menembus level psikologis tersebut.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, sebelumnya memproyeksikan IHSG bergerak konsolidatif pada rentang 6.000–6.215 sepanjang pekan 12–16 Oktober 2026. Namun, koreksi tajam pada Senin membuat indeks kembali berada di bawah rentang tersebut.

Dalam risetnya, Brigita mengingatkan bahwa penurunan IHSG di bawah level 5.973 berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju 5.850–5.911. Sebaliknya, apabila mampu memulihkan momentum, indeks berpeluang menguji area 6.227–6.231.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *