JAKARTA – Hunter WOLF, robot militer otonom penggerak listrik 6×6 buatan BLADE, terpilih sebagai satu dari enam proyek sektor swasta dalam program Infantry Last Tactical Mile (ILTM) milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Program riset lanjutan itu dirancang untuk memodernisasi dukungan infanteri bagi prajurit di medan perang.
Kendaraan roda enam tersebut memakai penggerak listrik 6×6 dan ban Tweel tanpa udara yang tetap berfungsi saat bocor (run-flat). Pusat gravitasinya memungkinkan kendaraan militer serba medan ini menanjak kemiringan 60 persen dan melintasi lereng samping 40 persen. Kendaraan ini berjalan secara otonom, tanpa pengemudi.
Sebagai aset lapangan untuk “last tactical mile”, mesin otonom ini ditawarkan sebagai dukungan logistik di medan perang. Hunter WOLF dirancang mengangkut peralatan berat, perbekalan, dan kargo penting lainnya melintasi medan sulit, sekaligus mendukung evakuasi korban.
“Hunter WOLF dirancang, diproduksi, teruji di lapangan, dan siap mendukung prajurit di lingkungan yang diperebutkan,” kata Tom Van Doren, Presiden Robotika BLADE. “Kendaraan ini teruji dalam pertempuran dan terbukti di lapangan sebagai solusi bagi Angkatan Darat untuk segmen medan perang yang paling berbahaya dan paling rumit secara logistik.”
Spesifikasi rinci kendaraan militer umumnya dirahasiakan. Jumlah motor listrik Hunter WOLF tidak diungkapkan, diduga tiga unit, dengan tenaga gabungan 97 kW (sekitar 130 hp). Motor-motor itu mengambil daya dari baterai berkepadatan energi tinggi yang cukup untuk lebih dari 12 km (sekitar 7,5 mil) operasi senyap di medan off-road.
Setelah itu, generator diesel JP-8 menyala untuk mengisi ulang baterai sambil kendaraan bergerak. Dengan generator itu, jarak tempuhnya meningkat hingga lebih dari 200 mil (sekitar 320 km).
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
