JAKARTA – Apple merekrut sejumlah anggota tim Huxe, perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) yang didirikan mantan pengembang Google NotebookLM. Kesepakatan yang terungkap dalam basis data transparansi Digital Markets Act Uni Eropa itu juga memberikan Apple lisensi non-eksklusif atas kekayaan intelektual Huxe.
Dokumen Uni Eropa mencatat kesepakatan tersebut pada 9 Juni 2026. Melalui perjanjian itu, Apple memperoleh hak untuk menawarkan pekerjaan kepada dan merekrut sejumlah karyawan Huxe AI Inc., sekaligus mendapatkan lisensi non-eksklusif atas kekayaan intelektual perusahaan tersebut.
Kesepakatan ini bukan akuisisi penuh Huxe. Skema tersebut dikenal sebagai acqui-hire, yakni ketika perusahaan besar merekrut anggota penting dari sebuah perusahaan rintisan dan memperoleh akses ke teknologi yang dikembangkannya tanpa harus membeli seluruh bisnisnya.
Belum ada perincian mengenai jumlah karyawan Huxe yang akan direkrut Apple maupun teknologi yang akan digunakan. Apple juga belum mengungkapkan rencana spesifik untuk mengintegrasikan teknologi Huxe ke dalam produk atau layanan buatannya.
Huxe didirikan oleh tiga mantan anggota tim pengembang NotebookLM, produk AI Google yang awalnya dikembangkan sebagai perangkat penelitian dan pencatatan berbasis dokumen. Tim tersebut terdiri atas mantan pemimpin proyek NotebookLM, Raiza Martin, desainer Jason Spielman, dan insinyur Stephen Hughes.
Martin meninggalkan Google pada Desember 2024 untuk mendirikan perusahaan baru bersama dua mantan koleganya. Pada pertengahan 2025, mereka memperkenalkan Huxe, aplikasi audio berbasis AI yang dirancang untuk menyajikan informasi secara personal kepada pengguna.
Huxe dapat menghasilkan rangkuman audio harian berdasarkan email dan kalender pengguna, membuat percakapan bergaya podcast mengenai topik tertentu, serta menyediakan aliran audio yang diperbarui secara berkelanjutan untuk topik seperti berita dan olahraga.
Perusahaan tersebut mulai meluncurkan aplikasinya secara terbatas melalui sistem undangan pada Juni 2025. Huxe kemudian membuka akses bagi publik pada September tahun yang sama, bersamaan dengan pengumuman pendanaan sebesar US$4,6 juta.
Namun, pengembangan produk itu tidak berlanjut. Pada Mei 2026, Huxe mengumumkan penutupan layanan yang secara resmi berakhir pada 28 Mei. Saat itu, situs perusahaan hanya menyebut timnya akan melanjutkan perjalanan ke hal-hal baru tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Kesepakatan dengan Apple kini memberikan sebagian anggota tim Huxe kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan teknologi tersebut. Lisensi non-eksklusif juga memungkinkan Apple memanfaatkan kekayaan intelektual Huxe tanpa menjadi pemilik eksklusif seluruh teknologinya.
Langkah ini sejalan dengan perhatian Apple terhadap pengembangan AI dan cara baru bagi pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat melalui suara, penglihatan, serta antarmuka lainnya. Meski demikian, belum ada informasi yang memastikan bahwa teknologi audio personal Huxe akan langsung diintegrasikan ke produk Apple.
Skema acqui-hire sendiri menjadi perhatian regulator karena dinilai berpotensi memungkinkan perusahaan teknologi besar memperoleh talenta dan teknologi tanpa melalui proses peninjauan merger seperti pada akuisisi konvensional.
Pada awal 2026, Ketua Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC), Andrew Ferguson, menyatakan lembaganya mulai mencermati kesepakatan semacam itu. Pada Maret, FTC bersama Departemen Kehakiman Amerika Serikat juga mulai mempertimbangkan perubahan aturan pelaporan sebelum merger yang secara khusus dapat mencakup acqui-hire, reverse acqui-hire, serta kesepakatan lisensi kekayaan intelektual non-eksklusif.
Kesepakatan Huxe menjadi salah satu transaksi terkait AI yang diungkap Apple pada 2026. Namun, tanpa informasi lebih lanjut mengenai karyawan yang direkrut dan pemanfaatan teknologinya, dampak langsung kesepakatan tersebut terhadap produk Apple masih belum diketahui.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
