JAKARTA – Eksekutif keamanan siber asal Kanada, Edward Dubrovsky, ditangkap aparat federal Amerika Serikat di Pennsylvania atas dugaan konspirasi dan pemerasan yang berkaitan dengan peretasan portal rekrutmen Biro Investigasi Federal (FBI) oleh kelompok peretas ShinyHunters. Kasus ini terkait kebocoran data yang mengekspos informasi pribadi ribuan pegawai FBI.
Dubrovsky ditahan saat menghadiri sebuah pertemuan industri mengenai risiko, menurut laporan yang dikutip Android Headlines pada 10 Oktober 2026. Dokumen pengadilan federal di Texas menyebutkan bahwa ia menghadapi dakwaan konspirasi dan pemerasan yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Penangkapan itu menjadi bagian dari penyelidikan lintas lembaga terhadap ShinyHunters, kelompok yang dikaitkan dengan sejumlah penyusupan sistem komputasi awan dan aksi pemerasan terhadap perusahaan.
Dubrovsky dikenal di komunitas penanganan insiden keamanan siber. Ia merupakan salah satu pendiri perusahaan keamanan Kanada, CYPFER, memimpin sebuah organisasi yang menangani respons terhadap pemerasan, serta menulis buku tentang negosiasi dengan kelompok kriminal ransomware.
Namun, penyelidikan atas peretasan portal rekrutmen FBI kini turut menempatkannya sebagai tersangka. Meski demikian, dakwaan yang dihadapinya merupakan tuduhan yang masih harus diproses melalui sistem peradilan.
Kebocoran data tersebut bermula dari kerentanan perangkat lunak Oracle PeopleSoft yang belum ditambal. Kontraktor eksternal yang mengelola platform rekrutmen FBI dilaporkan tidak menerapkan pembaruan keamanan yang telah tersedia. Celah itu kemudian dimanfaatkan untuk menerobos sistem dan mengambil data personel, termasuk pegawai yang bertugas di unit intelijen luar negeri yang sensitif.
FBI langsung memutus hubungan kerja dengan kontraktor tersebut setelah insiden terungkap. Penyelidikan kemudian meluas untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga membantu atau memfasilitasi tuntutan pemerasan kelompok peretas tersebut.
Direktur FBI, Kash Patel, mengonfirmasi bahwa aparat juga menahan seorang individu lain yang diduga terlibat dalam konspirasi. Namun, sejumlah rincian perkara masih dirahasiakan ketika pengaduan resmi diproses di pengadilan federal.
Penangkapan Dubrovsky menyusul penahanan tersangka lain di Yordania dan Belanda. Aparat penegak hukum internasional berupaya membongkar jaringan ShinyHunters yang diduga terlibat dalam berbagai serangan siber dan pemerasan.
Penyidik masih menganalisis server yang disita serta saluran komunikasi untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Dubrovsky dilaporkan menunggu proses ekstradisi ke Texas untuk menghadapi perkara tersebut.
Kasus ini juga memunculkan perhatian di industri keamanan siber mengenai batas hukum dalam penanganan insiden dan negosiasi pemerasan. Perusahaan keamanan kerap berperan dalam membantu korban menghadapi serangan ransomware, tetapi dugaan keterlibatan seorang eksekutif industri dalam perkara pemerasan menunjukkan pentingnya proses hukum untuk menguji peran setiap pihak berdasarkan bukti.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
