Aksi Fitness Charity Bantu Warga Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan


JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera tidak hanya memicu ancaman ekologis, namun jug berdampak langsung pada gaya hidup serta kesehatan pernapasan masyarakat. Paparan asap tebal kian membatasi mobilitas luar ruangan serta mengganggu pola hidup warga di daerah terdampak.

Merespons krisis penurunan kualitas udara tersebut, Holywings Sports Club menggelar aksi kepedulian sosial melalui penggalangan dana berbasis aktivitas fisik dan olahraga komunal. Penggalangan dana ini dibuka melalui kelas kebugaran HYROX yang dipandu oleh praktisi olahraga Standy Tjandra dan Stephen Kusuma.

Kegiatan yang mengusung konsep fitness charity tersebut mengajak komunitas gaya hidup sehat dan masyarakat umum untuk ikut berkontribusi nyata menanggulangi dampak kabut asap.

Seluruh dana bantuan yang dihimpun dari aksi olahraga pun disalurkan melalui lembaga konservasi CAN Borneo untuk mendukung kebutuhan taktis di lapangan.

Bantuan yang disalurkan mencakup pompa air, tangki air, selang, helm, sarung tangan pemadam kebakaran, gepyok api, hingga perlengkapan medis pertolongan pertama untuk relawan serta penanganan pemulihan satwa yang terdampak asap.

Selain menyokong tim pemadam di garis depan, perlindungan terhadap kesehatan pernapasan warga yang masih harus beraktivitas harian menjadi perhatian utama. Sebanyak 10.000 masker, pasokan air mineral, serta paket vitamin disalurkan kepada masyarakat di titik rawan, mencakup Berau dan Samarinda di Kalimantan Timur, Pontianak di Kalimantan Barat, serta Palembang dan Jambi di Sumatera.

Kondisi asap tebal berisiko tinggi menurunkan imunitas tubuh dan memicu gangguan saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karenanya, pasokan nutrisi tambahan, hidrasi yang cukup, dan perlindungan alat respiratoris standar seperti masker seri KN95 menjadi kebutuhan vital harian agar warga tetap dapat menjaga kondisi fisik dan kesehatan di tengah kualitas udara yang buruk.

Adapun Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menegaskan bahwa fenomena karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan krisis kemanusiaan yang mengganggu stabilitas kesehatan serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Holywings melihat bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Kabut asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya,” kata Andrew melalui siaran pers, Minggu, 11 Oktober.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan wilayah penanganan awal seperti Berau, Pontianak, dan Samarinda dipertimbangkan secara matang agar penyaluran pasokan perlindungan kesehatan dapat berjalan cepat dan terarah.

“Berau, Pontianak, dan Samarinda dipilih karena ketiganya merupakan wilayah di Kalimantan yang terdampak persoalan asap dan karhutla, sekaligus memiliki jaringan masyarakat serta relawan yang dapat membantu menyalurkan bantuan secara langsung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andrew menyoroti beragamnya kebutuhan darurat warga dan relawan di area bencana yang tidak terbatas pada alat pelindung pernapasan semata, tapi juga asupan penunjang daya tahan tubuh dan alat penyelamatan.

“Kebutuhannya cukup beragam dan tidak berhenti pada masker. Untuk penanganan karhutla kami juga memberikan obat-obatan, oksigen, perlengkapan medis, air minum, vitamin, serta perlengkapan perlindungan bagi relawan dan petugas pemadam,” tutur Andrew.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpihak dalam menghadapi bencana karhutla agar respons yang diberikan tidak sebatas tindakan sesaat, melainkan mampu memicu kesadaran jangka panjang dalam menjaga lingkungan dan kesehatan bersama.

“Kami melihat karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak, bukan hanya pemerintah. Dunia usaha, komunitas, relawan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat harus bersama-sama mengambil peran. Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat respons sesaat ketika kabut asap sudah terjadi, tetapi juga dapat mendorong kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan karhutla,” pungkasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *