JAKARTA – Perum Bulog berkomitmen memenuhi kebutuhan beras Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Dukungan ini diberikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya menyambut baik jika semakin banyak KDMP yang menjadi saluran penjualan beras Bulog.
“Kami akan lebih senang kalau banyak KDMP menjadi tempat penjualan beras Bulog,” kata Ahmad dikutip dari Antara, Minggu 11 Oktober.
Ahmad menjelaskan, Bulog memberikan kemudahan bagi pengelola KDMP untuk memperoleh pasokan beras. Berbeda dengan pengecer di pasar yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), KDMP tidak dibatasi dalam pengambilan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pengecer di pasar SP2KP biasanya dibatasi pembelian beras SPHP maksimal 2 ton. Namun, ketentuan tersebut tidak diberlakukan bagi KDMP sehingga jumlah beras yang diambil dapat menyesuaikan kebutuhan.
Selain kelonggaran jumlah pembelian, Bulog juga memberikan fleksibilitas pembayaran. Pengurus KDMP dapat membayar beras dengan sistem tempo hingga 30 hari kerja.
“Khusus untuk KDMP berapa pun yang dibutuhkan akan kami dukung,” ujar Ahmad.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan Bulog terhadap operasional KDMP sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.
Dengan beroperasinya KDMP sebagai penjual beras SPHP, Bulog berharap jaringan distribusi beras medium semakin luas. Masyarakat pun memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk membeli beras dengan harga yang relatif murah.
“Tempat penjualan kami nanti akan lebih banyak dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah,” katanya menambahkan.
Sebelumnya, Ahmad menyampaikan Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 877.000 ton melalui dua tahap penugasan. Penyaluran tersebut merupakan mandat pemerintah untuk membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
Pada tahap pertama, Bulog mendapat penugasan menyalurkan 828.000 ton beras SPHP. Beras tersebut dijual dengan harga Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram.
Setelah seluruh alokasi tahap pertama terdistribusi, pemerintah kembali menugaskan Bulog menyalurkan 74.182 ton beras SPHP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.000 ton telah disalurkan.
Dengan realisasi penyaluran dari dua tahap penugasan tersebut, total beras SPHP yang telah didistribusikan kepada masyarakat mencapai 877.000 ton.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
