Legenda MU dan Arsenal Kenang Rivalitas Panas Jelang Laga di Jakarta


JAKARTA – Legenda Manchester United (MU), Rio Ferdinand dan Ryan Giggs, bersama mantan pemain Arsenal, Gilberto Silva dan Robert Pires, mengenang rivalitas sengit kedua klub yang mewarnai persaingan Liga Inggris pada masa lalu.

Kisah persaingan tersebut kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan bertajuk Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns, yang mempertemukan United Legends dan North London Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10), pukul 19.00 WIB.

Gilberto Silva mengungkapkan, ketegangan antara Manchester United dan Arsenal bahkan terkadang sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Salah satu momen yang diingatnya adalah ketika para pemain kedua tim berpapasan di lorong Stadion Highbury yang sempit.

“Ketika pertandingan berlangsung di Highbury, lorong menuju lapangannya sangat sempit. Kami berdiri bahu-membahu dan terkadang situasi mulai memanas sejak di lorong. Namun, itu merupakan bagian dari permainan,” kata Gilberto dalam sesi jumpa pers di SUGBK, Jumat.

Pemain asal Brasil tersebut memperkuat Arsenal selama enam tahun sejak 2002. Ia menjadi bagian dari skuad legendaris The Invincibles, julukan bagi Arsenal yang menuntaskan musim Liga Inggris 2003/2004 tanpa kekalahan.

Menurut Gilberto, rivalitas kedua tim semakin intens karena Manchester United dan Arsenal sama-sama memiliki pemain berkualitas serta manajer berpengaruh. Arsenal ketika itu ditangani Arsene Wenger, sedangkan Manchester United dipimpin Sir Alex Ferguson.

Meski pertandingan kerap berlangsung dengan tensi tinggi, Gilberto menilai persaingan menghadapi tim sekelas Manchester United justru mendorong para pemain meningkatkan kemampuan mereka.

“Namun, pada akhirnya, pertandingan besar seperti itulah yang kami sukai. Menurut saya, menghadapi lawan tangguh seperti mereka membuat kami menjadi pemain yang lebih baik karena kami harus mempersiapkan diri dengan lebih matang,” ujarnya.

Rio Ferdinand Ungkap Perkelahian di Lorong Old Trafford

Rio Ferdinand juga mengenang kerasnya rivalitas Manchester United dan Arsenal. Mantan bek MU itu mengungkapkan pernah terjadi perkelahian di lorong Old Trafford yang tidak tertangkap kamera.

“Sebenarnya, ada satu momen, tetapi kalian tidak pernah melihatnya! Kejadiannya di lorong Old Trafford, ketika terjadi perkelahian,” kata Ferdinand.

Gilberto, yang juga memperkuat Arsenal pada era tersebut, mengaku menyaksikan langsung kejadian yang melibatkan dua kapten tim, Patrick Vieira dari Arsenal dan Roy Keane dari Manchester United.

Persaingan kedua pemain itu menjadi salah satu gambaran ketatnya duel MU dan Arsenal pada era ketika kedua klub kerap bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris.

Rivalitas tersebut tidak hanya berlangsung di atas lapangan, tetapi juga membentuk atmosfer pertandingan yang penuh tekanan. Setiap duel menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menunjukkan kualitas dan mempertahankan ambisi meraih gelar.

Arsenal Selalu Menantikan Duel Melawan MU

Sementara itu, Robert Pires mengatakan pertandingan melawan Manchester United merupakan salah satu laga yang selalu dinantikan Arsenal setiap musim. Ketika itu, kedua klub kerap menjadi kandidat kuat juara Liga Inggris.

Pires, yang bergabung dengan Arsenal pada 2000, menyebut ada dua pertandingan yang secara khusus ditandai dalam kalender timnya setiap musim, yakni derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur dan duel menghadapi Manchester United.

“Ketika musim dimulai, orang-orang biasanya mengatakan bahwa juara akan berasal dari Manchester United atau Arsenal. Kami bersaing untuk memperebutkan trofi yang sama,” ujar mantan pemain asal Prancis tersebut.

Pernyataan Pires menggambarkan betapa pentingnya pertandingan kedua tim dalam persaingan sepak bola Inggris pada masa itu. Pertemuan MU dan Arsenal kerap menjadi ujian besar bagi ambisi masing-masing klub dalam perebutan gelar.

Ryan Giggs Sebut Duel MU-Arsenal sebagai Ujian Terbesar

Senada dengan Pires, Ryan Giggs mengatakan persiapan Manchester United menghadapi Arsenal biasanya dimulai jauh sebelum pertandingan berlangsung. Menurut dia, para pemain MU bahkan sudah membicarakan duel tersebut sejak pertandingan sebelumnya selesai.

“Kami tahu bahwa pertandingan tersebut merupakan ujian terbesar. Kami akan menghadapi pemain-pemain hebat dan manajer yang luar biasa. Karena itu, kami harus berada dalam performa terbaik,” kata Giggs, yang pernah menjadi asisten pelatih Manchester United dan pelatih kepala tim nasional Wales.

Giggs juga mengenang pertandingan-pertandingan besar pada era tersebut sebagai bagian penting dari sejarah Liga Inggris. Duel kedua tim menghadirkan persaingan dengan intensitas tinggi, kualitas individu, serta momen-momen yang terus dikenang penggemar sepak bola.

“Itu merupakan momen-momen luar biasa di Premier League. Dua tim hebat dengan pemain-pemain berkualitas bertanding dengan kekuatan penuh. Ada tekel, gol, dan penyelamatan hebat dari para penjaga gawang,” tambahnya.

Kini, kenangan rivalitas tersebut kembali dihadirkan melalui pertemuan para legenda Manchester United dan Arsenal di Jakarta. Laga ini menjadi kesempatan bagi penggemar untuk menyaksikan kembali sejumlah nama besar yang pernah mewarnai salah satu persaingan paling menarik dalam sejarah Liga Inggris.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *