JAKARTA – Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan pada Hari Kamis, Amerika Serikat menginginkan sekutu yang kuat di Eropa, saat bertolak ke Portugal yang menjadi tujuan terakhir dalam kunjungan empat hari ke Benua Biru.
“Kami ingin sekutu kami kuat. Semakin kuat mereka, semakin kuat pula kita secara kolektif. Kami menginginkan Eropa yang kuat. Kami menginginkan mitra yang kuat di Eropa,” ujar Menlu Rubio kepada wartawan di bandara Athena, melansir Al Arabiya dari AFP (9/10).
“Semakin kuat masing-masing anggota (NATO) – baik secara sosial, ekonomi, maupun militer – maka semakin kuat pula NATO,” katanya.
Menlu Rubio berada di Yunani untuk melakukan pembicaraan pada Hari Rabu mengenai masalah energi, pertahanan, dan budaya, serta mengumumkan kesepakatan bersama terkait pertukaran informasi mengenai perdagangan narkoba dan terorisme.
Dalam pidato yang berapi-api di bawah kawasan Acropolis usai pembicaraan dengan para pejabat Yunani, Menteri Luar Negeri AS tersebut menunjukkan kekuatan Amerika dan menyerukan kepada Eropa untuk bangkit dari “tidur panjangnya.”
Ia memperingatkan bahwa peradaban Barat kini berada “di persimpangan jalan” antara “kekuatan nasional” dan kemunduran.
Menlu Rubio memulai lawatannya ke Eropa pada Senin malam di Islandia untuk mendorong peningkatan pengaruh AS di Arktik setelah Washington menyepakati perjanjian terkait Greenland.
Pada Hari Selasa, ia mengatakan Islandia telah lama menjadi “pos terdepan yang krusial untuk memantau aktivitas rahasia dan mencegah tindakan lawan-lawan kita.”
Pemerintahan Presiden Trump diketahui mendesak anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka dan memikul tanggung jawab lebih besar atas keamanan mereka sendiri.
Dalam pertemuan puncak di Den Haag pada Bulan Juni, negara-negara anggota aliansi berkomitmen untuk mengalokasikan 5 persen dari PDB setiap tahunnya untuk sektor pertahanan paling lambat tahun 2035.
“Ada banyak negara yang telah meningkatkan kontribusinya. Terus terang, Jerman adalah salah satu yang mulai meningkatkan upaya dan menjalankan perannya untuk menjadi lebih kuat,” kata Menlu Rubio Hari Kamis.
“Menurut saya, ada tanda-tanda positif di berbagai tempat di mana hal itu sedang terjadi. Tentu saja, ada beberapa negara yang masih lamban, dan saya paham mereka menghadapi banyak tekanan domestik. Namun, menurut saya langkah ini bermanfaat bagi mereka semua,” tandasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
