Tiga Orang Tewas dan 36 Terluka Akibat Serangan ke Bandara Arab Saudi, Houthi Klaim Tanggung Jawab


JAKARTA – Tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan dua bandara di Arab Saudi, demikian pernyataan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) kerajaan tersebut pada Hari Rabu.

GACA menyatakan Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran dalam dua serangan terpisah pada Hari Selasa dan Rabu, dengan pihak berwenang terkait dan tim darurat merespons kedua insiden tersebut.

Serangan terhadap Bandara Internasional Abha menewaskan dua orang penduduk – masing-masing berkewarganegaraan Maroko dan Aljazair – serta melukai 28 orang, ungkap otoritas tersebut, dikutip dari Anadolu (8/10).

Para korban luka mencakup dua warga negara Saudi serta penduduk berkewarganegaraan Bangladesh dan Filipina, dengan tingkat cedera mulai dari ringan hingga serius, tambah GACA.

Sementara di Bandara Internasional King Khalid, seorang warga negara Sudan tewas dan delapan orang terluka, termasuk lima warga Saudi, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan, menurut otoritas tersebut.

Seluruh korban luka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, kata GACA, seraya menambahkan bahwa kedua serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan materi.

Otoritas tersebut menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan badan keamanan terkait untuk menilai kerusakan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan penumpang serta karyawan bandara.

Terpisah, Kelompok Houthi Yaman pada Hari Rabu mengklaim telah melancarkan serangan yang menargetkan kedua bandara tersebut.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan pesawat nirawak (drone) dan melancarkan operasi lainnya terhadap Bandara Internasional Abha menggunakan rudal balistik serta pesawat nirawak.

Serangan-serangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam melawan kelompok Houthi sejak Maret 2015.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *