Menlu AS Sebut Iran Telah Kehilangan Kendali Penuh Atas Selat Hormuz


JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pada Hari Rabu, Iran telah “kehilangan kendali penuh” atas Selat Hormuz, seraya menambahkan ekonomi Teheran sedang “anjlok drastis secara total.”

“Selat Hormuz terbuka. Volume minyak yang mengalir keluar saat ini hampir sama besarnya dengan sebelum konflik ini dimulai. Jadi, mereka telah kehilangan kendali penuh atas Selat tersebut,” ujar Menlu Rubio kepada wartawan saat berkunjung ke Athena, melansir Al Arabiya bersama AFP (7/10).

Dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Yunani George Gerapetritis, Menlu Rubio menegaskan kembali, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, seraya menambahkan masalahnya sesederhana itu.

Lebih jauh ia mengatakan, Iran gagal memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan AS mengenai program nuklirnya, menambahkan kekuatan Iran saat ini jauh lebih lemah dibandingkan sebelumnya dan negara itu sedang menghadapi “sanksi yang melumpuhkan.”

Menlu Rubio berpendapat, akibat “sanksi yang melumpuhkan” tersebut, ekonomi Iran “akan mencapai titik yang jarang dialami oleh negara lain di dunia.”

Setiap dolar yang diterima oleh “para ulama Syiah radikal” itu dibelanjakan untuk Hizbullah dan Hamas, katanya.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir; sederhana, titik, selesai,” tegas Rubio.

“Dan kesepakatan apa pun yang mereka setujui dan dapat diterima oleh Amerika Serikat haruslah sesuatu yang menjamin bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tandasnya.

Ia berpendapat, apa yang “coba dilakukan Iran adalah membangun kemampuan konvensional yang begitu masif sehingga mereka menjadi tak tersentuh.”

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *